Kendari, Berikabar.co – Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Provinsi Sulawesi Tenggara (Sultra) mengeluarkan peringatan keras menyusul munculnya fenomena aplikasi investasi baru berinisial BTL yang mulai merambah masyarakat. Aplikasi ini diduga kuat menjadi pelarian bagi para korban setelah aplikasi investasi ilegal AMG Pantheon resmi ditutup.
Kepala OJK Sultra, Bismi Maulana Nugraha, mengungkapkan bahwa kerugian akibat investasi ilegal di Bumi Bahteramas telah mencapai angka yang fantastis, yakni Rp21 miliar.
Merespons keresahan warga yang mulai beralih ke platform baru pasca-tumbangnya AMG, Bismi menegaskan bahwa pihaknya telah melakukan identifikasi cepat terhadap legalitas aplikasi BTL.
“Minggu lalu kami langsung merespon melalui siaran pers dan melakukan identifikasi terhadap BTL. Kami menyatakan bahwa BTL sebenarnya juga merupakan aplikasi yang tidak berizin atau ilegal,” tegas Bismi pada kegiatan Bincang Jasa Keuangan (BIJAK) bersama puluhan awak media di Kendari, Kamis (5/3/2026).
Saat ini, OJK Sultra melalui Satuan Tugas Pemberantasan Aktivitas Keuangan Ilegal (Satgas PASTI) daerah—yang melibatkan Kepolisian, Kejaksaan, hingga BIN—sedang melakukan audit investigatif mendalam. Langkah ini bertujuan untuk memetakan peran kunci atau aktor intelektual di balik skema investasi yang merugikan masyarakat tersebut.
Bismi menambahkan, koordinasi dengan Satgas PASTI Pusat terus ditingkatkan untuk memastikan penanganan kasus ini berjalan cepat. Hal ini dilakukan demi meredam potensi gejolak sosial yang lebih besar, mengingat pola masyarakat yang cenderung mencari alternatif investasi serupa meski risikonya sangat tinggi.
“OJK Sultra berkomitmen untuk terus berkoordinasi dengan Satgas PASTI Pusat guna memastikan tindak lanjut investasi ilegal dapat diselesaikan dengan cepat demi mencegah terjadinya gejolak sosial di masyarakat,” pungkasnya.
Masyarakat diimbau untuk selalu memverifikasi legalitas setiap platform investasi ke kontak OJK 157 sebelum menyetorkan dana, agar tidak kembali menjadi korban skema penipuan yang hanya berganti nama.





