Kendari, Berikabar.co – Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Sulawesi Tenggara terus memacu akselerasi literasi dan inklusi keuangan guna mendukung kesejahteraan ekonomi masyarakat. Memasuki tahun 2026, OJK Sultra menetapkan target ambisius yang selaras dengan Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional (RPJMN) 2025–2029.
Kepala OJK Sultra, Bismi Maulana Nugraha, menjelaskan bahwa capaian nasional berdasarkan Survei Nasional Literasi dan Inklusi Keuangan (SNLIK) 2025 menunjukkan tren positif. Indeks literasi keuangan nasional telah mencapai 66,46%, sementara indeks inklusi keuangan berada di angka 80,51%.
Menatap masa depan, OJK menargetkan lonjakan signifikan pada tahun 2029, yakni literasi keuangan sebesar 69,35% dan inklusi keuangan mencapai 93%. Di tingkat daerah, OJK Sultra berkomitmen mengejar target tersebut dengan memberikan perhatian khusus pada selisih (gap) antara masyarakat yang sudah memiliki akses keuangan namun belum memiliki pemahaman mendalam.
“OJK Sulawesi Tenggara menetapkan target yang selaras dengan target nasional, dengan mempertimbangkan kondisi spesifik wilayah yang masih memiliki gap antara masyarakat yang sudah memiliki akses (inklusi) dengan yang memiliki pemahaman memadai tentang produk keuangan (literasi),” jelas Bismi Maulana.
Untuk memperkecil celah tersebut, OJK Sultra mengandalkan Program GENCARKAN (Gerakan Cerdas Keuangan). Program ini dirancang untuk menjangkau kelompok masyarakat rentan secara masif, mulai dari kaum perempuan, masyarakat perdesaan, petani, nelayan, hingga pelajar di seluruh wilayah Sultra.
Tak hanya itu, Bismi menekankan bahwa implementasi di lapangan dilakukan melalui sinergi dengan Tim Percepatan Akses Keuangan Daerah (TPAKD) yang telah terbentuk di 17 kabupaten/kota.
“Di Sultra, program ini diintegrasikan dengan kegiatan TPAKD di 17 kabupaten/kota, termasuk program Ekosistem Keuangan Inklusif (EKI) di wilayah kepulauan seperti Wakatobi,” tambah Bismi Maulana.
Melalui integrasi program EKI di wilayah pesisir dan kepulauan, OJK berharap masyarakat Sulawesi Tenggara tidak hanya sekadar memiliki akun perbankan atau asuransi, tetapi juga mampu mengelola keuangan secara cerdas untuk meningkatkan taraf hidup keluarga mereka.





