Antisipasi Lonjakan Konsumsi Ramadan, Pertamina Tambah Pasokan LPG 3 Kg hingga 200 Persen di Sultra

oleh -111 Dilihat

Kendari, Berikabar.co– Pertamina Patra Niaga Regional Sulawesi memastikan distribusi LPG 3 kg di wilayah Sulawesi Tenggara (Sultra) tetap terjaga dan terpantau intensif sepanjang bulan Ramadan. Langkah ini diambil guna merespons laporan masyarakat terkait kendala ketersediaan gas subsidi di beberapa titik, seperti Kecamatan Pomalaa di Kolaka dan sejumlah wilayah di Kabupaten Bombana pada awal Ramadan.

Lonjakan konsumsi energi rumah tangga di awal bulan suci ini telah diantisipasi dengan penambahan alokasi pasokan secara bertahap. Sales Branch Manager (SBM) Sultra IV Gas Pertamina Patra Niaga Regional Sulawesi, Yudhistira, mengungkapkan bahwa total alokasi untuk wilayah Sultra selama masa Ramadan dan Idulfitri mencapai jutaan tabung.

“Sepanjang masa Ramadan dan Idulfitri, Pertamina Patra Niaga telah mengalokasikan penyaluran hingga 1.848.000 tabung LPG 3 kg untuk wilayah Sulawesi Tenggara. Angka ini meningkat sekitar 8–10 persen dibandingkan Ramadan tahun sebelumnya. Pada awal Ramadan yang bertepatan dengan perayaan Imlek, kami juga telah menambahkan pasokan sekitar 160 metrik ton atau setara dengan sekitar 75 persen dari rata-rata penyaluran harian di wilayah ini,” jelas Yudhistira saat agenda Pantau Lembaga Penyalur Lintas Sektoral di Kendari.

Strategi penyaluran tambahan akan terus ditingkatkan hingga puncaknya menjelang lebaran, di mana pasokan direncanakan mencapai 200 persen dari penyaluran harian normal pada minggu terakhir Ramadan.

Dalam tinjauan lapangan di SPPEK PT Karunia Harapan Sejati, Kepala Bidang Dinas Perindustrian dan Perdagangan Provinsi Sultra, Windidia Novita, mengonfirmasi bahwa stok dalam kondisi aman. Ia meminta masyarakat untuk tetap tenang dan membeli gas sesuai kebutuhan tanpa perlu melakukan aksi borong atau panic buying.

Terkait isu harga yang melambung di masyarakat, Area Manager Communication, Relations, & CSR Pertamina Patra Niaga Regional Sulawesi, Lilik Hardiyanto, mengklarifikasi bahwa fluktuasi harga biasanya terjadi di tingkat pengecer yang berada di luar rantai distribusi resmi Pertamina.

BACA JUGA :  RS Ismoyo Kendari Terima Bantuan 8 Unit Ambulance dan Alat Genose

“Distribusi resmi LPG 3 kg dari Pertamina hanya sampai pada agen dan pangkalan. Apabila ditemukan agen maupun pangkalan yang menjual di atas Harga Eceran Tertinggi (HET) yang telah ditetapkan pemerintah daerah, Pertamina akan memberikan sanksi sesuai ketentuan yang berlaku,” tegas Lilik.

Lilik juga menekankan pentingnya penggunaan LPG non-subsidi seperti Bright Gas bagi masyarakat yang mampu, agar produk subsidi benar-benar tersalurkan kepada warga yang berhak. Melalui Satuan Tugas Ramadan dan Idulfitri (Satgas RAFI), Pertamina berkomitmen untuk terus berkoordinasi dengan pemerintah daerah guna memastikan kelancaran energi hingga Hari Raya Idulfitri mendatang.