Standarisasi K3 Internasional PT Vale Jadi Barometer, Disnakertrans Sultra Dorong Edukasi Berkelanjutan

oleh -85 Dilihat

Kolaka, Berikabar.co – Implementasi Kesehatan dan Keselamatan Kerja (K3) dengan standar internasional yang diterapkan PT Vale Indonesia Tbk di proyek Indonesia Growth Project (IGP) Pomalaa mendapat apresiasi positif dari jajaran pengawas ketenagakerjaan Provinsi Sulawesi Tenggara. Hal ini mengemuka dalam rangkaian Seminar K3 Nasional yang digelar di Auditorium Universitas Sembilanbelas November (USN) Kolaka, Senin (9/2/2026).

Pengawas Ketenagakerjaan Ahli Muda Dinas Transmigrasi dan Tenaga Kerja (Disnakertrans) Sultra, Febriyanti, menilai bahwa sebagai perusahaan internasional, PT Vale memiliki standarisasi K3 yang berada jauh di atas rata-rata. Menurutnya, sistem antisipasi risiko yang diterapkan perusahaan tersebut sangat adaptif terhadap kemajuan teknologi yang terus berkembang pesat.

“Kalau PT Vale itu kan perusahaan internasional jadi standarisasinya memang sudah jauh di atas rata-rata, nah untuk kontraktornya juga sudah bagus. Kadang kami juga harus banyak upgrade karena sekarang perkembangan teknologi itu sudah semakin maju,” ujar Febriyanti.

Febriyanti juga menekankan pentingnya keberlanjutan kegiatan edukasi semacam ini bagi mahasiswa. Ia melihat antusiasme dan sikap kritis mahasiswa saat ini menjadi ruang yang tepat untuk terus menanamkan pemahaman K3, yang seringkali belum dipahami sepenuhnya sebelum memasuki dunia kerja.

Senada dengan hal tersebut, manfaat nyata dari seminar ini dirasakan langsung oleh para peserta didik. Diah, mahasiswa dari Fakultas Sains dan Teknologi USN Kolaka, mengungkapkan bahwa pemahaman K3 bersifat universal dan tidak terbatas pada satu disiplin ilmu saja.

“Penerapan K3 tidak hanya diterapkan pada jurusan pertambangan tapi bisa untuk semua jurusan. Penerapan K3 itu untuk mencegah diri kita dari bahaya, risiko, dan lain sebagainya,” ungkap Diah.

Bagi para mahasiswa, penguasaan prinsip K3 kini dipandang sebagai bekal esensial yang dapat diterapkan dalam kehidupan sehari-hari guna meminimalisir segala bentuk risiko kecelakaan maupun gangguan kesehatan. Kolaborasi antara dunia industri, pemerintah, dan akademisi ini diharapkan dapat terus berlanjut secara periodik untuk mencetak lulusan yang tidak hanya unggul secara akademis, tetapi juga memiliki budaya keselamatan yang kuat.

BACA JUGA :  Polda Sultra Jalin Silaturahmi dengan Komunitas Sopir Truk, Ajak Tertib Berlalu Lintas