Kendari, Berikabar.co – Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Provinsi Sulawesi Tenggara (Sultra) menegaskan komitmennya untuk memperketat monitoring dan evaluasi (monev) pendidikan secara berkala. Langkah ini diambil guna merespons dinamika perubahan dunia pendidikan yang kian cepat.
Plt. Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Sultra, Prof. Aris Badara, menyatakan dalam Rapat Koordinasi di Aula Kantor Disdikbud Sultra bahwa skema monitoring harus disusun ulang agar melibatkan seluruh lini, mulai dari kepala sekolah hingga Kantor Cabang Dinas (KCD).
“Monitoring dan evaluasi perlu disusun kembali skemanya, apakah dilakukan per bulan atau per minggu, agar perkembangan dunia pendidikan dapat disikapi secara tepat,” ujarnya, Rabu (11/2/2026).
Dalam pertemuan tersebut, Prof. Aris juga menyoroti rendahnya partisipasi sekolah di Sultra dalam Program Sekolah Garuda, meskipun memiliki kuota mencapai 160 siswa dengan standar seleksi yang ketat.
“Jumlah sekolah yang mendaftar masih sangat sedikit. Bahkan, sekolah dari luar provinsi justru lebih banyak dibandingkan dari Sulawesi Tenggara. Kepala sekolah jangan takut mendaftar, daftar dulu sambil mempersiapkan diri,” tegas Prof. Aris.
Terkait program strategis nasional, Disdikbud Sultra tengah mematangkan persiapan Program Makan Bergizi Gratis (MBG) melalui pembangunan sistem berbasis web. Sistem ini dirancang untuk menghimpun data spesifik peserta didik, termasuk riwayat alergi dan intoleransi makanan guna mencegah risiko kesehatan. Namun, Prof. Aris menyayangkan rendahnya respons sekolah terhadap survei data yang sejauh ini baru mencapai 25–30 persen.
“Setiap survei harus direspons cepat. Data dari sekolah menjadi dasar kebijakan. Kalau diisi asal-asalan, itu sangat berbahaya,” tambahnya.
Selain teknis administratif, Disdikbud Sultra juga menekankan penguatan karakter melalui program “7 Kebiasaan Anak Indonesia Hebat” yang disesuaikan dengan nilai lokal. Kabar baik juga datang dari sektor infrastruktur, di mana Sultra menjadi salah satu daerah dengan revitalisasi sekolah dari APBN terbanyak dan berhasil menuntaskan laporan pertanggungjawaban hingga 100 persen tanpa kendala keuangan.
Untuk tahun 2026, program unggulan Beasiswa BISMA (Beasiswa Sultra Maju) dipastikan berlanjut untuk mendukung siswa berprestasi serta anak-anak dari keluarga kurang mampu.
“Tujuan akhirnya adalah memajukan sumber daya manusia dan mengangkat martabat anak-anak Sulawesi Tenggara agar mampu berkontribusi bagi daerah,” pungkasnya.





