Makassar, Berikabar.co – Perubahan pola aktivitas selama bulan suci Ramadan, mulai dari waktu istirahat yang berkurang hingga pergeseran jam sibuk, menjadi tantangan tersendiri bagi para pengguna jalan. Menanggapi dinamika tersebut, Astra Motor Sulawesi Selatan (Asmo Sulsel) secara proaktif membagikan panduan keselamatan berkendara agar masyarakat tetap bugar dan selamat sampai tujuan.
Kondisi fisik yang sedang berpuasa seringkali memicu penurunan konsentrasi jika tidak dikelola dengan baik. Safety Riding & Community Supervisor Asmo Sulsel, Habib Permadi, menekankan bahwa kewaspadaan ekstra sangat diperlukan, terutama bagi pengendara sepeda motor yang terpapar langsung oleh cuaca dan kepadatan lalu lintas.
Untuk meminimalisir risiko kecelakaan, Asmo Sulsel merumuskan lima tips utama #Cari_Aman selama Ramadan:
-
Prioritaskan Kualitas Istirahat: Kurang tidur akibat rutinitas sahur dapat menurunkan fokus. Segera menepi jika rasa kantuk menyerang.
-
Kendalikan Emosi Jelang Berbuka: Hindari perilaku terburu-buru atau memacu kendaraan secara berlebihan demi mengejar waktu Maghrib.
-
Tingkatkan Visibilitas: Gunakan helm berwarna cerah, terutama saat berkendara di waktu subuh atau malam hari agar mudah terlihat oleh pengendara lain.
-
Inspeksi Kendaraan secara Mandiri: Lakukan pemeriksaan rutin pada rem, lampu, dan tekanan ban sebelum memulai perjalanan.
-
Proteksi Diri Maksimal: Tetap gunakan perlengkapan berkendara lengkap (jaket, sepatu, sarung tangan, dan helm) meski hanya menempuh jarak dekat untuk mencari takjil.
Habib Permadi menegaskan bahwa esensi ibadah puasa salah satunya adalah pengendalian diri, yang seharusnya juga tercermin saat berada di atas kendaraan.
“Bulan Ramadhan adalah momen untuk menahan diri, termasuk dalam berkendara. Jangan sampai karena terburu-buru berbuka atau kurang istirahat, kita justru mengabaikan keselamatan. Terapkan selalu prinsip #Cari_Aman agar ibadah tetap lancar dan perjalanan tetap selamat,” ujar Habib.
Melalui edukasi ini, Astra Motor Sulawesi Selatan berharap prinsip keselamatan tidak hanya dipandang sebagai aturan, tetapi menjadi kebiasaan hidup demi kenyamanan bersama selama bulan suci hingga hari raya nanti.





