Akselerasi Digitalisasi Sultra: Volume Transaksi QRIS Capai 4,3 Juta di Penghujung 2025

oleh -141 Dilihat

Kendari, Berikabar.co – Digitalisasi sistem pembayaran di Sulawesi Tenggara (Sultra) menunjukkan akselerasi yang luar biasa pada penghujung tahun 2025. Kepala Perwakilan Bank Indonesia (BI) Provinsi Sulawesi Tenggara, Edwin Permadi, menegaskan bahwa penggunaan Quick Response Code Indonesian Standard (QRIS) telah menjadi faktor pengubah (game changer) dalam aktivitas ekonomi ritel masyarakat di Bumi Anoa.

Pertumbuhan ekonomi Sultra yang solid saat ini disebut tidak lepas dari masifnya pergeseran kebiasaan masyarakat dari transaksi tunai ke non-tunai. Berdasarkan data Triwulan IV (TW-IV) 2025, ekosistem QRIS di Sultra menunjukkan performa yang sangat progresif baik dari sisi pengguna maupun volume transaksi.

“Pertumbuhan ekonomi Provinsi Sulawesi Tenggara yang solid tidak lepas dari perkembangan transaksi non tunai di Sulawesi Tenggara yang turut didukung oleh tren akseptansi QRIS sebagai game changer pembayaran ritel masyarakat,” ujar Edwin Permadi.

Dari sisi permintaan (demand), tercatat sebanyak 31.723 pengguna baru QRIS bergabung pada Triwulan IV-2025. Penambahan ini menggenapkan total pengguna QRIS di Sultra menjadi 303.254 orang, atau tumbuh sebesar 12% (year-on-year/yoy) jika dibandingkan dengan periode yang sama pada tahun 2024 yang tercatat sebanyak 271.531 pengguna.

Sisi penyediaan (supply) pun tidak kalah impresif. Jumlah pedagang (merchant) yang menyediakan layanan QRIS meningkat tajam sebesar 37,65% (yoy). Jika pada TW-IV 2024 jumlah merchant berada di angka 173.964, kini pada akhir tahun 2025 telah mencapai 239.463 unit usaha.

Lonjakan paling signifikan terlihat pada volume transaksi. Pada TW-IV 2025, frekuensi penggunaan QRIS oleh masyarakat Sultra mencapai 4.364.680 transaksi. Angka ini mencerminkan kenaikan fantastis sebesar 184,61% (yoy) dibandingkan TW-IV 2024 yang hanya sebanyak 1.533.544 transaksi.

“Jumlah ini akan terus meningkat seiring dengan akseptasi QRIS yang semakin meluas di Sulawesi Tenggara,” tambah Edwin.

BACA JUGA :  Warga Desa Lampoko Raup Ratusan Juta dari Bantuan Bibit Bawang Merah PLN

Dengan data tersebut, Bank Indonesia optimis bahwa percepatan digitalisasi sistem pembayaran akan terus menjadi motor penggerak utama bagi efisiensi ekonomi dan pertumbuhan wilayah Sulawesi Tenggara di masa mendatang.