Rakerprov KONI Sultra, Gubernur ASR Tekankan Keseimbangan Prestasi dan Masa Depan Atlet

oleh -171 Dilihat

Kendari, Berikabar.co – Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Sulawesi Tenggara (Sultra) resmi menyelenggarakan Rapat Kerja Provinsi (Rakerprov) sebagai wadah konsolidasi gagasan untuk memajukan prestasi olahraga di Bumi Anoa. Forum strategis ini dihadiri langsung oleh jajaran pengurus KONI serta Gubernur Sulawesi Tenggara, Andi Sumangerukka (ASR).

Dalam laporannya, Ketua Umum KONI Sultra, Andi Ady Aksar, memaparkan hasil perjuangan kontingen Sultra di ajang PON Beladiri di Kudus. Walaupun terhitung baru menjabat, ia mengapresiasi kerja keras para atlet yang berhasil membawa pulang sembilan medali sebagai modal awal kepengurusannya.

“Alhamdulillah, seluruh cabang olahraga yang bertanding berhasil menyumbangkan medali, meskipun belum ada emas. Ke depan, insyaallah pada PON Beladiri berikutnya Sultra harus mampu meraih medali emas,” ujar Andi Ady Aksar.

Andi Ady Aksar juga memastikan adanya apresiasi berupa bonus bagi atlet berprestasi dan menjadikan Rakerprov ini sebagai tonggak awal kebijakan strategis organisasi.

Andi Sumangerukka dalam arahannya menekankan bahwa pengelolaan olahraga harus berpijak pada metode yang sistematis. “Dalam program itu ada pembinaan dan pemeliharaan. Atlet yang belum berprestasi perlu dibina melalui proses yang tepat, sementara atlet yang sudah berprestasi harus dipelihara agar prestasinya minimal tetap bertahan,” ujarnya.

ASR secara khusus memberikan catatan bahwa keberhasilan seorang atlet tidak boleh dibayar dengan hancurnya pendidikan mereka. Baginya, kesejahteraan dan masa depan akademik atlet merupakan tanggung jawab yang tidak bisa dipisahkan dari pencapaian medali.

“Jangan sampai demi prestasi, masa depan atlet justru terabaikan. Ini harus diatur dengan baik,” tegasnya.

Terkait infrastruktur, Gubernur memuji daya juang atlet Sultra pada cabang unggulan seperti dayung dan renang yang tetap gemilang meski dalam keterbatasan. Ia meyakini potensi besar Sultra akan meledak jika didukung fasilitas yang mumpuni.

BACA JUGA :  Tingkatkan Kualitas SDM, Polda Sultra Gandeng Konsultan Psikologi PT Nusa Samudra Berjaya

“Dengan fasilitas yang minim saja bisa juara, apalagi kalau fasilitasnya memadai. Ini yang harus kita pikirkan bersama ke depan,” katanya.

Menanggapi laporan hilangnya sejumlah aset KONI Sultra, ASR menegaskan bahwa hal tersebut merupakan ranah hukum yang serius karena melibatkan anggaran negara.

“Kalau aset, itu urusannya dengan pemerintah dan hukum. Karena anggarannya dari pemerintah, tentu ada mekanisme hukum yang mengaturnya,” jelasnya.

Menutup jalannya rapat, Gubernur membesarkan hati para pengurus di tengah tantangan efisiensi anggaran daerah. Ia optimis bahwa keterbatasan dana bukan penghalang untuk tetap menyelenggarakan agenda olahraga, termasuk Porprov, selama dilakukan dengan manajemen sumber daya yang efektif.

“Efisiensi pasti ada, tetapi kalau kita bisa memaksimalkan apa yang ada, saya yakin kegiatan olahraga tetap bisa berjalan,” tutupnya.