Kinerja LPS 2025, Surplus Rp33,8 Triliun dan Komitmen Percepatan Resolusi Bank

oleh -188 Dilihat

Jakarta, Berikabar.co – Lembaga Penjamin Simpanan (LPS) melaporkan pencapaian kinerja yang impresif sepanjang tahun 2025. Wakil Ketua Dewan Komisioner LPS, Farid Azhar Nasution, menegaskan kedudukan seluruh lembaga perbankan di tanah air sebagai bagian integral dari sistem perlindungan nasabah.

“Setiap bank di Indonesia, baik bank umum maupun BPR, tanpa terkecuali merupakan anggota program penjaminan LPS,” ujarnya.

Sepanjang sejarah berdirinya hingga tahun 2025, LPS secara responsif telah melakukan resolusi terhadap 1 bank umum, 130 BPR, serta 16 BPRS melalui jalur likuidasi. Selain itu, langkah strategis berupa penempatan modal sementara pada satu bank umum serta konversi modal (bail-in) pada satu BPR juga telah dilaksanakan.

Salah satu lonjakan performa yang paling signifikan adalah durasi pembayaran klaim penjaminan yang kini jauh lebih efisien bagi nasabah.

“Dari waktu ke waktu, pembayaran klaim kepada nasabah penyimpan semakin cepat. Saat ini, rata-rata waktu pembayaran klaim pertama kali sejak bank dicabut izin usahanya sudah mencapai 5 hari kerja. Ini sudah jauh lebih cepat dari 5 tahun lalu yang memerlukan waktu hingga 14 hari kerja,” lanjutnya.

Pertumbuhan Aset dan Kontribusi Ekonomi Neraca keuangan LPS menunjukkan tren positif yang sangat kuat di tahun 2025:

  • Total Aset: Meningkat 13,6% menjadi Rp276,2 triliun (unaudited).

  • Surplus Tahunan: Tercatat sebesar Rp33,8 triliun, tumbuh 13,8%.

  • Cadangan Penjaminan: Naik 13,3% mencapai angka Rp213,4 triliun.

Selain menjaga stabilitas keuangan, LPS juga menunjukkan peran aktifnya dalam pembangunan nasional dan aksi kemanusiaan. Sepanjang 2025, LPS menyetorkan pajak sebesar Rp3 triliun (naik 15,3%) dan melakukan pembelian Surat Berharga Negara (SBN) senilai Rp51,4 triliun (naik 8,4%).

Di sisi sosial, melalui program LPS Peduli, lembaga ini telah menyalurkan bantuan kemanusiaan senilai Rp1,4 miliar, termasuk bantuan tanggap darurat bagi korban bencana banjir di Sumatera sebagai bentuk empati nyata kepada masyarakat.

BACA JUGA :  LSI Denny JA Beberkan Alasan ASR-Hugua Perolehan Suara Tertinggi