Konawe, Berikabar.co – Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Provinsi Sulawesi Tenggara mempertegas komitmennya dalam mendorong pemerataan ekonomi melalui penyelenggaraan High Level Meeting (HLM) bersama Pemerintah Kabupaten Konawe. Pertemuan tingkat tinggi ini dihadiri langsung oleh Wakil Bupati Konawe, Syamsul Ibrahim, dengan fokus utama memperkuat kesiapan pelaksanaan Program Ekosistem Keuangan Inklusif (EKI) yang diintegrasikan dengan Program Kampung Nelayan Merah Putih (KNMP).
Langkah strategis ini merupakan bentuk dukungan nyata terhadap visi pembangunan nasional “Bersama Indonesia Maju Menuju Indonesia Emas 2045” serta implementasi Asta Cita Presiden Republik Indonesia. Program ini menitikberatkan pada pembangunan yang dimulai dari desa untuk memastikan peningkatan kesejahteraan masyarakat secara berkelanjutan.
Kepala OJK Provinsi Sulawesi Tenggara, Bismi Maulana Nugraha, menjelaskan bahwa kolaborasi EKI dan KNMP dirancang sebagai model pembangunan terpadu bagi kawasan pesisir. Proyek percontohan ini akan dipusatkan di Desa Sorue Jaya, Kabupaten Konawe, yang masuk dalam agenda strategis nasional dan direncanakan akan diresmikan langsung oleh Presiden Republik Indonesia.
Melalui integrasi EKI–KNMP, OJK bersama para pemangku kepentingan mendorong empat pilar utama:
-
Peningkatan literasi serta inklusi keuangan bagi masyarakat desa dan nelayan.
-
Pengembangan dan diversifikasi usaha produktif nelayan serta penguatan ekonomi rumah tangga.
-
Perluasan akses pembiayaan dan layanan keuangan, mencakup perbankan, pembiayaan mikro, layanan digital, hingga asuransi.
-
Penguatan perlindungan konsumen di sektor jasa keuangan.
Bismi menegaskan bahwa OJK berperan sebagai motor penggerak yang mengoordinasikan sektor perbankan, industri keuangan non-bank, dan asuransi agar kehadirannya benar-benar menyentuh kebutuhan masyarakat pesisir.
“OJK menegaskan perannya sebagai otoritas yang mengatur, mengawasi, dan mengembangkan sektor jasa keuangan. Melalui program ini, OJK mengoordinasikan peran perbankan, industri keuangan non-bank, dan asuransi agar selaras dengan kebutuhan masyarakat desa dan nelayan,” ujar Kepala OJK Bismi.
Pemerintah Kabupaten Konawe pun menyatakan kesiapannya untuk mengoptimalkan peran Tim Percepatan Akses Keuangan Daerah (TPAKD) guna menyukseskan program ini. Wakil Bupati Syamsul Ibrahim berkomitmen untuk memperkuat koordinasi lintas perangkat daerah agar dampak ekonomi dapat dirasakan secara langsung oleh masyarakat.
Sebagai langkah konkret pasca-pertemuan ini, OJK dan Pemerintah Kabupaten Konawe akan segera menggelar pertemuan lanjutan bersama Industri Jasa Keuangan. Pertemuan tersebut bertujuan untuk memastikan seluruh instrumen keuangan siap memberikan kontribusi nyata dalam meningkatkan taraf hidup para nelayan di Kabupaten Konawe.





