Cetak Talenta Industri Berdaya Saing Global, PT Vale Indonesia Perkuat Sinergi Kampus dan Industri

oleh -202 Dilihat

Makassar, Berikabar.co — PT Vale Indonesia Tbk (“PT Vale”), bagian dari Mining Industry Indonesia (MIND ID), terus memperkuat perannya sebagai pelopor pengembangan sumber daya manusia (SDM) di sektor industri strategis. Melalui Cooperative Education Program (Co-Ops), PT Vale secara konsisten menjembatani kesenjangan antara kurikulum pendidikan akademik dengan kebutuhan nyata di dunia industri.

Dalam kolaborasi terbaru dengan Universitas Hasanuddin (Unhas), sebanyak 16 mahasiswa terpilih dari 48 kandidat telah berhasil lolos seleksi ketat. Mereka akan menjalani program kerja praktik intensif selama enam bulan penuh di lingkungan operasional PT Vale. Durasi ini dirancang secara khusus untuk memberikan paparan industri yang mendalam, melatih kedisiplinan profesional, serta memastikan para peserta memiliki kesiapan kerja yang terukur sebelum memasuki pasar tenaga kerja.

Program Co-Ops bukan sekadar inisiatif magang biasa. Di tengah percepatan hilirisasi dan transformasi industri nasional, PT Vale memandang kesiapan talenta manusia sebagai pilar utama keberlanjutan. Melalui skema ini, mahasiswa tidak hanya belajar secara teknis, tetapi juga mengadopsi budaya kerja profesional, standar Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3) yang tinggi, serta tata kelola operasional pertambangan modern.

Langkah ini juga menjadi bagian tak terpisahkan dari ekosistem pengembangan bakat lokal yang telah dirintis PT Vale selama bertahun-tahun. Selain Co-Ops, perusahaan juga fokus pada penguatan pendidikan vokasi melalui Politeknik Sorowako (Poliwako) di Luwu Timur serta berbagai pelatihan keterampilan bagi pemuda lokal. Seluruh inisiatif ini bertujuan menciptakan akses pendidikan yang berorientasi langsung pada penyerapan tenaga kerja.

Senior Manager Talent Acquisition, Performance Management & EVP PT Vale Indonesia, Gandi Husodo, menegaskan bahwa Program Co-Ops merupakan bentuk investasi strategis perusahaan dalam pembangunan sumber daya manusia. Menurutnya, tantangan terbesar industri saat ini bukan hanya ketersediaan tenaga kerja, tetapi kesiapan tenaga kerja untuk langsung berkontribusi secara aman, produktif, dan profesional.

BACA JUGA :  Investor Saham di Sulawesi Tenggara Meningkat Pesat, Kendari Jadi Pusat Utama

“Melalui pengalaman industri nyata selama enam bulan, peserta Co-Ops mengalami lompatan signifikan dalam disiplin kerja, pemahaman keselamatan, dan kesiapan profesional. Inilah fondasi yang dibutuhkan industri untuk tumbuh secara berkelanjutan,” ujarnya.

Antusiasme tinggi juga datang dari para peserta. Muhammad Akbar, mahasiswa asal Wasuponda, Kabupaten Luwu Timur, menyebut Co-Ops sebagai kesempatan belajar yang akan membuka perspektifnya terhadap dunia kerja, tidak hanya dari aspek teknis, tetapi juga memahami pentingnya budaya keselamatan dan tanggung jawab profesional, terlebih karena PT Vale beroperasi di daerah asalnya.

Senada dengan itu, Dewi Erika Yuliana, mahasiswa Jurusan Kimia Universitas Hasanuddin, menilai Co-Ops akan menjadi jembatan nyata antara teori yang dipelajari di kampus dan praktik di industri. Pengalaman selama Co-Ops diyakini akan membangun kepercayaan diri dan kesiapan untuk memasuki dunia kerja setelah lulus.

Ke depan, PT Vale berkomitmen untuk terus memperluas jangkauan Program Co-Ops dengan menggandeng lebih banyak institusi pendidikan. Hal ini sejalan dengan ambisi besar Indonesia dalam memperkuat daya saing nasional melalui hilirisasi industri yang inklusif dan berkelanjutan. Bagi PT Vale, membangun talenta muda adalah investasi jangka panjang untuk menciptakan nilai tambah bagi daerah dan negara.