PTBI 2025, Kolaborasi BI dan Pemda Sultra Wujudkan Pertumbuhan Inklusif dan Ekonomi Digital

oleh -150 Dilihat

Kendari, Berikabar.co – Penyelenggaraan Pertemuan Tahunan Bank Indonesia (PTBI) Provinsi Sulawesi Tenggara Tahun 2025 berlangsung secara hybrid, berpusat di Aula Wakatobi Kantor Perwakilan Bank Indonesia Sulawesi Tenggara (KPwBI Sultra). Kegiatan ini dihadiri oleh Asisten II Bidang Administrasi Perekonomian dan Pembangunan Setda Provinsi Sulawesi Tenggara, Yuni Nurmalawati; Wakil Ketua II DPRD Provinsi Sulawesi Tenggara, Herry Asiku; Deputi Kepala Perwakilan BI Sultra, Thathit Suryono; kepala daerah dan perwakilan kabupaten/kota; pimpinan lembaga dan instansi terkait; serta berbagai mitra strategis lainnya.

Dalam sesi pemaparan, Deputi Kepala KPwBI Prov. Sultra menyampaikan perkembangan global dan nasional, termasuk kinerja serta prospek perekonomian 2025. Sejalan dengan arahan Gubernur Bank Indonesia, Thathit Suryono menegaskan bahwa dinamika global tahun 2025 masih diwarnai ketidakpastian akibat ketegangan geopolitik, terutama konflik di Timur Tengah yang terus mengganggu rantai pasok dunia. Kebijakan tarif Amerika Serikat turut menekan kepercayaan pelaku ekonomi, menurunkan konsumsi rumah tangga, serta mendorong naiknya pengangguran sehingga membebani kinerja ekspor negara-negara mitra seperti Tiongkok dan Jepang. Namun demikian, perekonomian Eropa bergerak di atas ekspektasi berkat membaiknya konsumsi dan investasi. Proyeksi IMF, Bank Dunia, dan Bank Indonesia tetap menempatkan pertumbuhan global 2025 di kisaran 2,3–3,2%.

Di tengah kondisi global tersebut, perekonomian Indonesia menunjukkan ketahanan positif. Dukungan konsumsi rumah tangga, belanja pemerintah, investasi, serta ekspor—termasuk ekspor jasa—mendorong kinerja nasional tetap solid. Inflasi nasional juga terjaga dengan inflasi inti yang rendah dan tekanan imported inflation yang terkendali. Ke depan, pertumbuhan ekonomi Indonesia diperkirakan berada pada rentang 4,7–5,5% pada 2025 dan meningkat pada 2026, didukung sinergi kebijakan fiskal–moneter, proyek prioritas pemerintah, serta bauran kebijakan Bank Indonesia yang menyeimbangkan stabilitas dan pertumbuhan.

BACA JUGA :  Honda CMX1100 Rebel dan XL750 Transalp jadi Pusat Perhatian di MUF Auto Fest 2025

Pada tingkat regional, perekonomian Sulawesi, Maluku, dan Papua (Sulampua) tumbuh 4,96% (yoy) pada Triwulan III 2025, dengan inflasi yang terkendali. Di Sulawesi Tenggara, ekonomi tumbuh 5,65% (yoy) pada periode yang sama, lebih tinggi dari pertumbuhan nasional sebesar 5,04% (yoy). Kinerja tersebut ditopang industri pengolahan berbasis ekspor serta konsumsi rumah tangga. Pengendalian inflasi juga menunjukkan hasil positif; pada Oktober 2025 inflasi daerah kembali berada dalam sasaran melalui sinergi TPID dan strategi 4K. Aktivitas ekonomi masyarakat turut menguat seiring percepatan digitalisasi sistem pembayaran, di mana transaksi QRIS menembus 23,29 juta transaksi dengan jumlah merchant yang terus bertambah.

Melihat tren tersebut, perekonomian Sultra pada 2026 diprakirakan tumbuh lebih tinggi. Pendorong utamanya meliputi ekstensifikasi sektor pertanian, peningkatan kapasitas industri pengolahan logam dasar dalam rantai pasok baterai kendaraan listrik, serta kelanjutan pembangunan kawasan industri strategis. Potensi peningkatan daya beli dan risiko inflasi akan membutuhkan koordinasi erat antar-stakeholders. Bank Indonesia berkomitmen memperkuat kebijakan moneter, makroprudensial, dan sistem pembayaran, serta menjaga sinergi dengan pemerintah guna mendorong pertumbuhan berkelanjutan dan menjaga inflasi dalam sasaran menuju Indonesia Emas 2045.

Pada kesempatan tersebut, Asisten II Bidang Administrasi Perekonomian dan Pembangunan Setda Provinsi Sulawesi Tenggara membacakan sambutan Gubernur Sultra yang berisi arah kebijakan 2026. Pemerintah Provinsi menyampaikan apresiasi kepada Bank Indonesia Sultra atas sinergi kuat dalam pengendalian inflasi, percepatan pertumbuhan, dan digitalisasi daerah. Melalui peran BI dalam TPID, pemantauan harga, fasilitasi GPM, dan pengembangan klaster pangan, inflasi dapat dikelola secara lebih antisipatif. Di sisi ekonomi, BI turut memperkuat pemetaan sektor unggulan, mendukung UMKM, mengembangkan ekosistem halal, serta meningkatkan inklusi keuangan, sehingga mendorong pertumbuhan yang semakin inklusif. Digitalisasi daerah juga melaju pesat melalui ETPD dan pemanfaatan QRIS, menjadikan seluruh pemerintah daerah di Sultra sebagai kategori Pemerintah Daerah Digital. Seluruh capaian tersebut mencerminkan pentingnya kemitraan strategis yang harus terus diperkuat.

BACA JUGA :  Kalla Toyota Gelar Pameran Selama Ramadan di 15 Titik

Selain paparan perekonomian, PTBI Provinsi Sulawesi Tenggara Tahun 2025 juga dirangkaikan dengan penganugerahan BI Sultra Award kepada 18 mitra strategis yang dinilai aktif bersinergi dan berinovasi dalam memperkuat ketahanan dan pemulihan ekonomi Sultra sepanjang 2025. Ke depan, KPwBI Sultra menegaskan komitmennya untuk terus menghadirkan kontribusi terbaik melalui sinergi dan inovasi bersama pemerintah daerah dan seluruh stakeholders dalam mewujudkan perekonomian daerah yang kokoh dan berdaya saing.