Kemenag Sultra Peringati Hari Guru Nasional, Tekankan Profesionalisme dan Pendidikan Berkarakter

oleh -178 Dilihat

Kendari, Berikabar.co — Kepala Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi Sulawesi Tenggara, H. Mansur, S.Pd., MA, memimpin Upacara Peringatan Hari Guru Nasional 2025 di lingkungan Kanwil Kemenag Sultra. Upacara berlangsung di lapangan MTsN 1 Kendari pada Selasa (25/11/2025).

Kegiatan ini diikuti oleh jajaran ASN Kanwil Kemenag Sultra, KanKemenag Kota Kendari, para pengurus PGMI, AGPAI, dan IGRA Provinsi Sultra, serta siswa-siswi Madrasah Negeri se-Kota Kendari.

Dalam amanat Menteri Agama yang dibacakan Kakanwil, disampaikan bahwa guru merupakan pilar utama dalam pembangunan pendidikan. Kemajuan suatu bangsa sangat ditentukan oleh kualitas sistem pendidikannya, dan tanggung jawab besar tersebut berada pada para guru.

Pada kesempatan itu, dibacakan kembali catatan sejarah dunia ketika bom atom mengguncang Hiroshima dan Nagasaki pada masa Perang Dunia Kedua. Kaisar Jepang kala itu mengajukan pertanyaan penting kepada para menterinya: berapa guru yang tersisa? Ia meyakini bahwa dari tangan para guru yang masih ada, akan lahir kembali pemimpin-pemimpin bangsa di masa mendatang.

Dalam amanat tersebut juga ditegaskan, “Sejarah dunia menunjukkan bahwa pendidikan adalah investasi jangka panjang. Kesalahan dalam membangun sektor lain dapat diperbaiki dalam waktu singkat, tetapi kesalahan dalam pendidikan akan berdampak lintas generasi. Karena itu, sistem pendidikan nasional harus disusun dengan penuh pertimbangan, kecermatan, dan keutuhan visi kebangsaan.”

Kakanwil menambahkan bahwa di tengah pesatnya perkembangan teknologi dan kecerdasan buatan, peran guru tetap tidak tergantikan. Pendidikan tidak hanya soal transfer pengetahuan, tetapi juga pembentukan karakter, akhlak, dan budi pekerti.

“Hanya manusia terdidik yang dapat mendidik manusia. Guru adalah profesi yang melahirkan profesi-profesi lain. Dari ruang kelas dan bimbingan guru, lahir dokter, ulama, dosen, pemimpin masyarakat, negarawan, serta generasi penerus bangsa di masa depan,” ungkapnya.

BACA JUGA :  OJK Sultra Dorong Gerakan Menabung di Kalangan Pelajar Bombana, Wujudkan Target Inklusi Keuangan Nasional

Tema Hari Guru Nasional 2025 di lingkungan Kementerian Agama, yakni “Merawat Semesta Dengan Cinta,” selaras dengan Asta Cita Presiden dan Asta Protas Menteri Agama RI. Tema ini menegaskan pentingnya ekoteologi dan kurikulum berbasis cinta—di mana guru tidak hanya mengajarkan ilmu, tetapi juga menanamkan kesadaran untuk mencintai sesama serta menjaga kelestarian alam.

Mansur juga menekankan komitmen pemerintah dalam meningkatkan kesejahteraan dan profesionalisme guru. Program sertifikasi PPG diberlakukan bagi seluruh guru, baik ASN maupun non-ASN, demi mewujudkan standar nasional profesi guru dan memastikan pemerataan mutu pendidikan.

Ia menegaskan bahwa seluruh guru di bawah naungan Kementerian Agama memiliki kesempatan yang sama untuk meningkatkan kompetensi. Peningkatan kualitas guru ini juga menunjukkan perhatian nyata pemerintah, khususnya pada masa kepemimpinan Presiden Republik Indonesia, Bapak Prabowo Subianto, terhadap dunia pendidikan.

Dalam penutup amanatnya, ia menyampaikan pesan motivatif bagi seluruh tenaga pendidik. “Mari kita terus memperkuat dedikasi, profesionalisme, dan keikhlasan dalam mendidik generasi bangsa. Didiklah anak-anak kita dengan cinta, agar lahir generasi yang mencintai Tuhan, tanah air, dan sesama manusia,” pungkasnya.