Kendari, Berikabar.co — Pemerintah Provinsi Sulawesi Tenggara (Sultra) melalui Dinas Koperasi dan UMKM tengah mematangkan pencairan program strategis “Modal Usaha untuk Ibu-Ibu” (MANTU). Program inisiasi Gubernur Sultra, Andi Sumangerukka, ini menargetkan pengusaha mikro perempuan dan didukung kuat oleh data, di mana 60 persen dari total pengusaha mikro di Sultra didominasi oleh kaum ibu.
Kepala Dinas Koperasi dan UMKM Sultra, La Ode Muhammad Shalihin, menyatakan bahwa program MANTU sangat tepat sasaran dan berlandaskan pada data valid.
“Dari 313.000 pengusaha mikro yang terdata di Sultra, 60 persen adalah ibu-ibu. Jadi pas memang program gubernur ini,” ujar Shalihin, Senin (10/11/2025). Ia menambahkan, jenis usaha yang didominasi oleh ibu-ibu tersebut kebanyakan meliputi sektor kuliner, sembako, kriya, dan berbagai bahan olahan pangan.
Tahap Pencairan dan Syarat Legalitas Usaha
Shalihin menjelaskan bahwa program MANTU akan memberikan bantuan modal sebesar Rp2 juta untuk setiap pengusaha mikro ibu-ibu. Syarat utama bagi penerima adalah memiliki usaha aktif dan dibuktikan dengan legalisasi NIB (Nomor Induk Berusaha).
Mengenai proses pencairan, Shalihin menyebut Surat Keputusan (SK) Gubernur Sultra saat ini masih dalam tahap review di Inspektorat.
“SK gubernurnya lagi proses, saat ini masih proses review Inspektorat, mudah-mudahan hari ini selesai proses review-nya dipastikan dulu sudah sesuai ketentuan. Kalau sudah ditanda tangan gubernur, baru kita proses pencairan, artinya pencairannya langsung kita bukakan rekening,” jelasnya.
Target Awal 150 Pengusaha, Dilanjutkan Monitoring
Pada tahap awal, sebanyak 150 pengusaha mikro ibu-ibu telah terdata sebagai penerima bantuan. Data ini mencakup 100 pengusaha dari Kabupaten Kolaka (yang dilaunching saat HUT Sultra) dan 50 ibu-ibu dari Kabupaten Konawe (saat program magot).
“Total anggaran satu ibu-ibu diberi bantuan 2 juta untuk satu pengusaha. InsyaAllah 2025 ini tuntas untuk 150 pengusaha mikro,” tegas Shalihin.
Program ini tidak berhenti pada pencairan. Pemerintah juga akan melakukan proses monitoring untuk memastikan dana digunakan secara efektif dan mendorong pengembangan usaha. “Nanti ada proses monitoring apakah digunakan untuk apa dan bagaimana proses pengembangan usahanya sebelum dan sesudah,” tambahnya.
Shalihin optimis bahwa program ini akan diperluas secara merata. “Targetnya di 2026 semua kabupaten dan kota yang ada di Sultra bisa mendapatkan bantuan ini,” pungkasnya. (Adv)





