YBM PLN: Produk Lokal Gowa Tembus Global, Pemberdayaan Teh Cascara Jadi Inspirasi Singapore Polytechnic

oleh -208 Dilihat

Gowa, Berikabar.co – Desa Lembanna di Kabupaten Gowa menjadi pusat perhatian akademisi internasional. Dosen dan mahasiswa dari Singapore Polytechnic mengunjungi desa tersebut untuk mempelajari produksi teh cascara, salah satu produk unggulan yang dikembangkan melalui program binaan Yayasan Baitul Maal (YBM) PLN Unit Induk Pembangunan (UIP) Sulawesi.

Kunjungan ini merupakan bagian dari program kolaborasi yang bertujuan menghubungkan potensi lokal Desa Lembanna dengan wawasan global. Para peserta tertarik melihat secara langsung bagaimana masyarakat setempat berhasil mengolah kulit kopi (cascara) menjadi minuman herbal bernilai ekonomi tinggi melalui pendekatan pemberdayaan masyarakat yang berkelanjutan.

Selama hampir tiga tahun, YBM PLN UIP Sulawesi telah konsisten mendampingi dan memberdayakan masyarakat Desa Lembanna melalui pelatihan dan penguatan Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM) Cahaya Lembanna. Program ini membina sekitar 30 anggota yang terdiri dari buruh tani, ibu rumah tangga, janda, dan lansia, dengan tujuan mencapai kemandirian ekonomi.

M. Pahri Jafar, Ketua YBM PLN UIP Sulawesi, menyoroti pentingnya apresiasi internasional ini. “Kunjungan dari Singapore Polytechnic membuktikan bahwa potensi lokal Desa Lembanna mendapat apresiasi internasional. Produk lokal yang dikembangkan secara berkelanjutan dapat memberikan manfaat ekonomi sekaligus menjadi inspirasi global,” ujar Ketua YBM PLN UIP Sulawesi, M. Pahri Jafar.

Ia menambahkan bahwa program YBM PLN tidak hanya berfokus pada bantuan materiil, tetapi juga pembinaan berkelanjutan agar masyarakat siap mengelola usahanya secara mandiri setelah pendampingan berakhir pada November 2025.

Khaedir Baharuddin, Ketua LSM Cahaya Lembanna, mengungkapkan rasa syukur atas dukungan tersebut. “Berkat dukungan YBM PLN UIP Sulawesi, kami tidak hanya bertahan, tapi juga berkembang. Dari hasil tani biasa, kini kami menghasilkan teh cascara, kopi lokal, madu, dan berbagai produk olahan khas Lembanna yang semakin dikenal luas,” ungkap Khaedir Baharuddin.

BACA JUGA :  ASR-Hugua Minta Dukungan dan Restu Warga Buton di Pilgub Sultra

Kunjungan akademisi internasional ini diharapkan menjadi momentum pendorong bagi Desa Lembanna untuk terus meningkatkan kualitas produk dan memperluas jangkauan pasarnya. Sinergi antara pendampingan YBM PLN UIP Sulawesi, inovasi produk lokal, dan dukungan masyarakat menciptakan model pemberdayaan yang inspiratif dan berkelanjutan.