Sinergi BI dan Balai Bahasa Sultra Luncurkan Dua Buku Cerita Anak Dwibahasa, Perkuat Literasi Keuangan Sejak Dini

oleh -189 Dilihat

Kendari, Berikabar.co – Kantor Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Sulawesi Tenggara (KPw BI Sultra) bersama Balai Bahasa Provinsi Sulawesi Tenggara melaksanakan Peluncuran Buku Cerita Anak “Cinta Bangga Paham (CBP) Rupiah”. Kegiatan ini merupakan bagian dari rangkaian acara Bulan Bahasa dan Sastra 2025 yang diselenggarakan di Mall The Park Kendari pada tanggal 20-22 Oktober 2025. Inisiatif ini merupakan wujud sinergi strategis antara Bank Indonesia dan Balai Bahasa Sultra dalam mendorong inovasi literasi keuangan yang inklusif, edukatif, dan menyenangkan bagi anak-anak usia dini.

Peluncuran buku cerita anak CBP tersebut dilakukan langsung oleh Kepala Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Sulawesi Tenggara, Bapak Edwin Permadi, bersama Kepala Balai Bahasa Provinsi Sulawesi Tenggara dan Ibu Dewi Pridayanti, S.Sos., M.Adm.SDA. Turut hadir dalam kegiatan ini Kepala Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Kota Kendari, Bapak Andi Dadjeng, Bunda Literasi Kota Kendari, Ibu Shintya Putri Anawula Sudirman, serta perwakilan dinas terkait lainnya. Mereka menyaksikan peluncuran resmi dua buku cerita anak berjudul “Rahasia Laci Nenek” dan “Uang yang Bicara”. Kedua buku ini merupakan hasil kolaborasi antara Balai Bahasa Sultra dan Bank Indonesia Sultra, yang memuat pesan moral dan nilai edukatif tentang pentingnya mencintai, memahami, dan menghargai Rupiah sebagai simbol kedaulatan bangsa.

Kegiatan peluncuran buku ini sekaligus menjadi bagian dari diseminasi produk penerjemahan Balai Bahasa Sulawesi Tenggara, yang pada tahun 2025 berhasil menghasilkan 35 buku cerita anak dwibahasa. Dua di antaranya merupakan hasil kolaborasi dengan Bank Indonesia yang mengangkat nilai-nilai Cinta, Bangga, Paham Rupiah. Cerita “Rahasia Laci Nenek” menyoroti kisah uang kampua sebagai bagian dari sejarah budaya lokal yang ditulis dalam dwibahasa menggunakan Bahasa Wolio. Sementara itu, “Uang yang Bicara” memperkenalkan perjalanan uang Rupiah dan pentingnya menjaga peredaran uang layak edar di seluruh wilayah Indonesia yang ditulis menggunakan Bahasa Wakatobi. Penulisan dwibahasa pada dua buku cerita anak tersebut bertujuan untuk melestarikan budaya dan menumbuhkan rasa kebanggaan atas bahasa daerah. Selain peluncuran buku cerita anak CBP, sinergi juga dilakukan bersama komunitas Kendari Membaca Nyaring untuk membacakan buku cerita “Uang yang Berbicara” secara langsung kepada anak-anak. Selain itu, ada juga alih wahana berupa tarian yang menceritakan isi buku cerita “Rahasia Laci Nenek”. Kedua kegiatan tersebut bertujuan memberikan contoh pemanfaatan buku cerita anak yang implementatif.

BACA JUGA :  Gubernur ASR Apresiasi Sertifikasi Tanah Aset dan Wakaf dari Kementerian ATR/BPN

Dalam rangka memeriahkan kegiatan Bulan Bahasa dan Sastra 2025, Bank Indonesia juga turut menyelenggarakan Lomba Mewarnai Cinta Bangga Paham Rupiah, Gelar Wicara Literasi Keuangan yang terbuka untuk masyarakat umum, dan Zona Literasi yang bersinergi dengan Perpustakaan Bank Indonesia di Mall The Park Kendari. Zona ini berfungsi sebagai ruang interaktif bagi pengunjung untuk membaca berbagai koleksi buku ekonomi dan literasi keuangan serta mencoba permainan edukatif lainnya. Melalui Zona Literasi ini, Bank Indonesia ingin mendorong minat baca masyarakat sekaligus memperkuat pemahaman publik terhadap literasi keuangan.

Sinergi antara Bank Indonesia dan Balai Bahasa Sulawesi Tenggara merupakan langkah nyata dalam memperkuat ekosistem literasi keuangan inklusif di Sulawesi Tenggara. Melalui pendekatan yang inovatif dan berorientasi pada generasi muda, diharapkan nilai Cinta, Bangga, dan Paham Rupiah dapat tertanam kuat sebagai bagian dari karakter bangsa serta menjadi pondasi bagi masyarakat yang cerdas finansial, berbudaya, dan berdaya saing di masa depan.