Kendari, Berikabar.co – Pekan penutupan Bulan Inklusi Keuangan (BIK) 2025 di Eks MTQ Kendari dihadiri langsung oleh Gubernur Sulawesi Tenggara, Andi Sumangerukka. Dalam sambutannya, ia menyampaikan apresiasi atas suksesnya agenda nasional yang diselenggarakan Otoritas Jasa Keuangan (OJK) tersebut, yang berhasil mencatatkan nilai transaksi yang fantastis.
Andi Sumangerukka menekankan bahwa tujuan utama BIK adalah membuka peluang ekonomi yang sama bagi setiap orang melalui akses keuangan.
“Sejak semalam hingga saat ini, agenda nasional BIK yang diselenggarakan oleh OJK, kegiatan ini bertujuan tingkatkan literasi dan inklusi agar setiap orang memiliki kesempatan yang sama untuk akses keuangan,” ujar Gubernur.
Ia mengungkapkan data keberhasilan kegiatan tersebut. “Transaksi 2 hari capai 5 M,” katanya.
Fokus Transisi dari Konsumtif ke Produktif
Gubernur memberikan tantangan kepada masyarakat dan pelaku UMKM yang telah mendapatkan modal atau keuntungan dari kegiatan BIK untuk mengubah pola pikir dari konsumtif menjadi produktif. Ia menjanjikan dukungan kredit bergulir bagi mereka yang mampu menunjukkan kemajuan usaha.
“Jangan berpikir konsumtif, harus produktif, bisa berkembang. Yang tadinya 500 juta bisa 1 M. Dan nanti saya akan jamin, kalau nanti yang mereka mendapatkan ini dan berjalan dengan baik, maka saya akan jamin dapatkan kredit 2 kali lipat,” tegasnya.
Dukungan ini akan diikuti dengan upaya pendampingan oleh pemerintah daerah. “Lakukan pendampingan agar tidak macet,” tambahnya.
MTQ Kendari Ditetapkan sebagai Pusat UMKM Gratis
Untuk menjamin keberlanjutan ekonomi UMKM, ia juga mengumumkan kebijakan pro-UMKM yang akan diterapkan di kawasan Eks MTQ Kendari.
“MTQ nanti kita buka sebesar-besarnya untuk pelaku UMKM. Saya bangunkan stand-stand, tidak perlu keluarkan biaya. Nanti dibiayai semuanya, hanya bawa kursi dan meja saja,” ungkapnya.
Gubernur berharap kebijakan ini dapat membuka ruang kesempatan seluas-luasnya bagi masyarakat. “Saya juga berharap ruang sebesar-besarnya ruang untuk dapatkan kesempatan. Kami juga ingin bisa berkolaborasi sehingga bisa menopang sendi-sendi ekonomi masyarakat di Sultra,” tutupnya.





