Kendari, Berikabar.co – Gubernur Sulawesi Tenggara (Sultra), Andi Sumangerukka, menyerahkan sertifikat tanah dari Badan Pertanahan Nasional (BPN) kepada Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains dan Teknologi (Kemendiktisaintek) pada Jumat, 3 Oktober 2025.
Penyerahan sertifikat ini ditujukan untuk mendukung pembangunan Sekolah Garuda. Lokasi pembangunan sekolah unggulan tersebut bertempat di Desa Lebo Jaya, Kecamatan Konda, Kabupaten Konawe Selatan.
Gubernur Sultra mengungkapkan apresiasi dan rasa bangganya atas penetapan daerahnya sebagai lokasi sekolah unggulan nasional.
“Ini merupakan hari baik karena kita menyerahkan sertifikat sebagai bentuk kesiapan daerah mendukung pembangunan sekolah unggulan. Dengan adanya sekolah ini, anak-anak Sultra akan memiliki kesempatan yang sama dengan daerah lain di Indonesia,” jelasnya.
Pemerintah daerah juga diminta untuk menyiapkan sekolah-sekolah tingkat menengah sebagai penopang. Tujuannya adalah agar para siswa dapat mengikuti proses seleksi masuk sekolah unggulan secara maksimal.
Sekretaris Jenderal Kemendiktisaintek, Togar M. Simatupang, menyampaikan bahwa sekolah unggulan perdana di Indonesia akan mulai dibuka pada tahun 2026. Pembangunan fisik dan interaksi awal ditargetkan rampung selambat-lambatnya pada Juli 2026.
Sekolah unggulan tersebut tidak hanya fokus pada struktur kurikulum, tetapi juga pada pengembangan kerja sama dengan Sekolah Menengah Pertama (SMP) yang ada di berbagai provinsi, termasuk Sulawesi Tenggara.
“Program ini akan berlaku secara nasional, bukan hanya untuk daerah tertentu. Kehadirannya diharapkan mampu menarik talenta-talenta terbaik dari setiap provinsi,” ujarnya.
Ia menambahkan, sebanyak 80 persen siswa yang diterima akan memperoleh beasiswa, termasuk peluang untuk belajar di luar negeri. Target akhirnya, lulusan sekolah unggulan ini dapat menjadi ilmuwan kelas dunia dan berkontribusi signifikan terhadap kemajuan bangsa.
Selain itu, pemerintah juga menargetkan adanya penambahan 20 sekolah unggulan baru. Pada tahap awal, sebanyak 16 titik lokasi akan diperkenalkan pada 8 Oktober mendatang. Salah satu sekolah unggulan baru tersebut berada di Kabupaten Konawe Selatan, Sulawesi Tenggara, sementara tiga lainnya berlokasi di Nusa Tenggara Timur, Belitung Timur, dan Sumatera Utara.





