PLN Tanam 7.000 Mangrove di Jeneponto, Wujud Komitmen Pelestarian Lingkungan Pesisir

oleh -419 Dilihat

Jeneponto, Berikabar.co – PT PLN (Persero) Unit Induk Pembangunan (UIP) Sulawesi kembali menunjukkan komitmennya terhadap lingkungan dengan menanam 7.000 bibit mangrove jenis Avicennia (Api-api) di lahan seluas 2,7 hektare. Kegiatan ini secara resmi dibuka pada Kamis (31/7) di kawasan pesisir Kelurahan Tonrokassi Timur, Kecamatan Tamalatea, Kabupaten Jeneponto, Sulawesi Selatan.

Kegiatan seremonial ini diselenggarakan dalam rangka memperingati Hari Mangrove Sedunia yang jatuh pada tanggal 26 Juli. Acara ini mendapat sambutan positif dan dukungan dari berbagai pihak, termasuk perwakilan Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Jeneponto, Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa, Lurah Tonrokassi Timur, masyarakat setempat, serta Tim Layanan Kehutanan Masyarakat (TLKM) yang bertanggung jawab atas program ini.

Abdu. DL. SE., Lurah Tonrokassi Timur, menyampaikan rasa terima kasihnya kepada PLN atas inisiatif yang dianggap sangat bermanfaat. “Kami ucapkan terima kasih sebesar besarnya atas perhatian PLN yang memberikan kontribusi besar dalam keberlanjutan wilayah kami, yang kami tidak tahu hal buruk apa yang bisa saja terjadi nanti. Maka dari itu penanaman Mangrove ini adalah warisan dan persembahan terbaik dari PLN untuk masyarakat Jeneponto yang dampak positifnya dapat dirasakan dalam jangka panjang. Sebagai bentuk apresiasi, kami mendukung penuh segala bentuk pekerjaan PLN, termasuk pembangunan SUTT 150 kV Punagaya – Bantaeng,” tuturnya.

General Manager PLN UIP Sulawesi, Wisnu Kuntjoro Adi, menjelaskan bahwa program ini merupakan inisiatif murni PLN untuk mendukung kesejahteraan masyarakat. “Melalui Program TJSL penanaman Mangrove yang berjumlah 7.000 bibit ini, kami harap dapat memberikan dampak nyata di masa mendatang untuk mencegah dampak abrasi, jadi ketika gelombang laut sedang tinggi tidak langsung menerjang area pemukiman, selain itu juga untuk mendukung keanekaragaman hayati, terutama flora dan fauna pesisir,” jelas Wisnu.

BACA JUGA :  Sultra Maimo 2025 Hadirkan Cooking Competition, Angkat Kuliner Berbahan Lokal Non-Beras

Wisnu menambahkan bahwa lokasi penanaman mangrove dipilih karena dilintasi jalur Transmisi Saluran Udara Tegangan Tinggi (SUTT) 150 kV Punagaya – Bantaeng. Ia memohon dukungan dari semua pihak untuk kelancaran proyek tersebut. “Kebetulan lokasi ini dilintasi oleh jalur transmisi SUTT 150 kV Punagaya – Bantaeng, maka dari itu kami mohon dukungan dan kerja sama dari Masyarakat serta Pemerintah daerah untuk menunjang kelancaran proyek ini. Semoga pembangunannya lancar, sehingga listrik yang semakin andal bisa segera dirasakan Masyarakat Jeneponto,” tutupnya.

Melalui kolaborasi antara pemerintah, masyarakat, dan komunitas, PLN UIP Sulawesi berharap program penanaman mangrove ini menjadi langkah awal untuk mewujudkan kawasan pesisir Jeneponto yang lebih tangguh, hijau, dan berdaya saing, baik secara lingkungan maupun sosial.