PLN Pastikan Keandalan Listrik Berlapis, Sukseskan Rangkaian Upacara Kemerdekaan di Jakarta

oleh -322 Dilihat

Jakarta, Berikabar.co – PT PLN (Persero) berhasil menyuplai listrik secara andal selama rangkaian Upacara Peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-80 Kemerdekaan Republik Indonesia yang diselenggarakan di Istana Merdeka, Jakarta, pada Minggu (17/8). Acara kenegaraan, mulai dari Malam Renungan Suci hingga Upacara Penurunan Bendera Merah Putih, berlangsung dengan khidmat dan lancar berkat dukungan pengamanan listrik yang berlapis.

Kepala Biro Umum Deputi Bidang Administrasi dan Pengelolaan Istana Sekretariat Presiden, Brigjen TNI Mulyadi, menyampaikan apresiasi atas dukungan PLN. “Kami sangat terbantu dengan kesiapan dan kerja PLN yang luar biasa. Kehadiran rekan-rekan PLN memberi rasa aman dan tenang, sehingga seluruh rangkaian upacara bisa berjalan dengan khidmat dan lancar. PLN telah menjadi bagian penting dari suksesnya momen bersejarah ini,” ujar Brigjen TNI Mulyadi.

Direktur Utama PLN, Darmawan Prasodjo, menegaskan bahwa HUT ke-80 RI merupakan momen sakral. “HUT ke-80 RI adalah momentum sakral bagi seluruh bangsa. Karena itu, PLN tidak hanya menyalurkan listrik, tapi juga menyalurkan semangat kebangsaan. Kami berdiri tegak bersama rakyat, memastikan setiap detik upacara berjalan tanpa gangguan. Listrik yang terjaga ini adalah wujud dedikasi kami untuk Indonesia yang maju dan merdeka seutuhnya,” tegas Darmawan.

Keberhasilan ini merupakan hasil dari persiapan teknis yang matang dan kerja sama tim yang solid. Sejak jauh hari, PLN telah melakukan asesmen menyeluruh dan menetapkan masa siaga khusus di Jakarta pada 1–18 Agustus 2025. “Kami melakukan simulasi beban dan pengujian sistem secara menyeluruh. Koordinasi lintas unit diperkuat, dan setiap perangkat cadangan dipastikan dalam kondisi prima. Ini adalah kerja teknis yang presisi, namun tetap mengedepankan kecepatan dan ketepatan,” jelas Darmawan.

BACA JUGA :  Sinergi TPID se-Sultra Kendalikan Inflasi 2023

General Manager PLN UID Jakarta Raya, Moch. Andy Adchaminoerdin, menambahkan bahwa PLN menerapkan sistem pengamanan kelistrikan berlapis, yang mencakup suplai dari dua subsistem, empat gardu induk, dan empat penyulang. PLN juga menyiagakan delapan unit

Uninterruptible Power Supply (UPS) dengan total daya 3.200 kVA dan generator dengan total daya 8.000 kVA. Seluruh sistem ini dipantau secara real-time selama 24 jam melalui control center di Powerhouse PLN Kompleks Istana Kepresidenan Jakarta.

Sebanyak 131 personel PLN disiagakan 24 jam di tujuh posko siaga di sekitar Istana Merdeka. Andy menegaskan pentingnya kesiapsiagaan personel. “Kami menempatkan personil siaga di titik-titik strategis dan melakukan pengawasan 24 jam. Semua ini demi memastikan listrik tetap andal, tanpa gangguan, dan mendukung jalannya upacara dengan sempurna,” tutupnya.