Perkuat Ekosistem Pariwisata, Wagub Sultra Ajak BPD PHRI Sukseskan Dua Event Nasional

oleh -322 Dilihat

Kendari, Berikabar.co – Wakil Gubernur Sulawesi Tenggara, Ir. Hugua, M.Ling., menerima audiensi dari Badan Pimpinan Daerah Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia (BPD PHRI) Provinsi Sultra dan para pelaku industri pariwisata. Pertemuan yang berlangsung di Hotel Venus Kendari pada Rabu (20/8/2025) ini bertujuan untuk membangun sinergi dalam menyukseskan dua acara besar, yaitu Rapat Koordinasi Produk Hukum Daerah (Rakorda) pada 25 Agustus 2025 dan Seleksi Tilawatil Qur’an dan Musabaqah Al-Hadis (STQH) Tingkat Nasional XXVIII yang akan digelar pada 9–19 Oktober 2025 di Kendari.

Kegiatan ini turut dihadiri oleh Asisten Setda Sultra, Kepala Dinas Pariwisata Sultra, Kepala Biro Hukum Setda Provinsi, serta sejumlah pejabat dan pelaku usaha perhotelan dan restoran di Sulawesi Tenggara.

Dalam arahannya, Wakil Gubernur Sultra Ir. Hugua menekankan pentingnya kesiapan seluruh ekosistem daerah dalam menyambut dua agenda besar tersebut. Menurutnya, Rakorda dan STQH tidak hanya seremonial, tetapi juga momentum untuk menunjukkan kapasitas Sultra sebagai tuan rumah yang ramah, profesional, dan siap memberikan pelayanan terbaik.

“Sebentar lagi kita akan menyelenggarakan Rakorda Produk Hukum Daerah dan STQH Tingkat Nasional XXVIII. Tentu keberhasilan dua event ini sangat bergantung pada kesiapan kita secara menyeluruh sebagai ekosistem. Ribuan tamu dari seluruh Indonesia akan hadir, menginap, dan berinteraksi dengan masyarakat. Karena itu, koordinasi lintas sektor harus kita perkuat,” ujar Hugua.

Lebih lanjut, Wagub menyampaikan bahwa penyelenggaraan acara nasional maupun internasional adalah bagian dari strategi pembangunan daerah, khususnya sektor pariwisata. Ia menekankan bahwa Sultra memiliki potensi besar untuk menjadi pusat pertumbuhan ekonomi dan pariwisata global, seiring dengan bergesernya pusat peradaban dan kekuatan ekonomi dunia ke Asia Timur.

BACA JUGA :  Indosat Ooredoo Hutchison Ajak Masyarakat Bersama Rayakan Indah Ramadan Lewat Gerakan Sosial dan Pemberdayaan Ekonomi Lokal

“Kalau kita melihat arus pergeseran peradaban, maka pusat kekuatan ekonomi dunia sekarang berada di Asia Timur. Itu berarti peluang besar ada di depan kita. Sulawesi Tenggara punya posisi strategis, kita punya Wakatobi, punya sumber daya alam, budaya, dan kuliner yang luar biasa. Bandara kita menuju internasional, pelabuhan berkembang, sehingga semua ini adalah modal besar,” jelasnya.

Menurut Hugua, arah pembangunan Sultra sejalan dengan visi nasional yang digariskan Presiden Prabowo Subianto melalui Asta Cita. Pemerintah Provinsi juga telah menurunkan visi tersebut ke dalam RPJMD dengan empat pilar utama pembangunan, yaitu pendidikan, kesehatan, pertanian, dan pariwisata.

“Prinsip pembangunan kita jelas, pendidikan harus maksimal, kesehatan menjadi prioritas, sumber daya manusia terus kita tingkatkan, dan pariwisata menjadi penggerak ekonomi. Tiga sektor unggulan yang kita dorong adalah hilirisasi industri pertanian, hilirisasi industri berbasis masyarakat, serta hilirisasi industri pariwisata,” tegasnya.

Hugua juga menambahkan bahwa pariwisata memiliki efek pengganda (multiplier effect) yang luas, menggerakkan 17 hingga 18 sektor lainnya. “Itulah mengapa kita genjot pariwisata, karena dampaknya bisa menggerakkan semua sektor. Pariwisata bukan sekadar atraksi, tetapi juga industri yang membuka lapangan kerja dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat,” imbuhnya.

Wakil Gubernur mengajak seluruh pihak, baik pemerintah maupun pelaku usaha, untuk berkomitmen menyukseskan dua event nasional ini dan memperkuat posisi Sultra di peta pariwisata nasional dan global.

Dalam keterangannya kepada media, Wagub Hugua menyampaikan bahwa audiensi tersebut dihadiri oleh komunitas pariwisata, termasuk BPD PHRI, HPI, ASITA, pelaku travel, dan para chef. Seluruh elemen ini berkumpul untuk memastikan kesiapan acara, di mana sekitar 3.400 kamar hotel, mulai dari kelas 1 hingga homestay berkelas, telah disiapkan. Pelaku usaha juga sepakat tidak menaikkan tarif secara berlebihan, akan mengangkat kuliner tradisional, serta menyiapkan paket tur.

BACA JUGA :  Jamin Kebutuhan Masyarakat Terpenuhi, Pertamina Perketat Pengawasan Penyaluran Solar Subsidi di Polewali Mandar

Hugua juga menjelaskan bahwa komunitas pariwisata akan mendukung agenda berkelanjutan, termasuk persiapan event internasional International Conference on Sustainable Tourism dan Executive Bureau Meeting pada pertengahan 2026. “Dengan sinergi seluruh pihak dan arahan dari Gubernur ASR, kami meyakini sektor pariwisata Sultra akan terus berkembang dan menjadi motor penggerak ekonomi daerah,” pungkasnya.