Dukung Sekolah Inklusif, Pertamina Patra Niaga Gandeng Komunitas Tuli Bitung Edukasi Ratusan Siswa

oleh -276 Dilihat

Bitung, Berikabar.co – PT Pertamina Patra Niaga Sulawesi melalui Integrated Terminal (IT) Bitung berkolaborasi dengan Komunitas Tuli Peduli Bitung (KALEB) mengadakan kegiatan edukatif bertajuk “KALEB GOES TO SCHOOL” dengan tema “Kenal Isyarat, Dunia Lebih Dekat.” Program ini bertujuan membangun komunikasi yang inklusif dan saling memahami dalam masyarakat.

Kegiatan yang dilaksanakan di SMP Negeri 02 dan SMA Negeri 02 Bitung ini melibatkan ratusan siswa dan guru. Mereka diperkenalkan dengan bahasa isyarat dasar melalui metode interaktif dan menyenangkan. Para peserta belajar abjad, sapaan sehari-hari, hingga ekspresi dasar seperti senang dan sedih. Semangat para guru dan siswa terlihat jelas, menandakan kesadaran akan pentingnya menciptakan ruang belajar yang inklusif.

Integrated Terminal Manager Pertamina Patra Niaga IT Bitung, Muhammad Dody Iswanto, menyampaikan bahwa bahasa isyarat adalah simbol empati dan penghargaan terhadap keberagaman. “Melalui kegiatan ini, kami ingin menyampaikan bahwa setiap anak memiliki hak yang sama untuk didengar dan dimengerti. Keberagaman bukan penghalang, melainkan kekayaan yang harus kita rayakan bersama,” ujarnya.

Bagi para siswa, kegiatan ini menjadi pengalaman berharga. Banyak di antara mereka yang menunjukkan minat untuk terus belajar bahasa isyarat. Sementara itu, para fasilitator dari KALEB merasa bangga dapat tampil sebagai pengajar dan mendapatkan apresiasi atas kemampuan mereka.

Area Manager Communication, Relations & CSR Pertamina Patra Niaga Regional Sulawesi, Tengku Muhammad Rum, menambahkan bahwa inisiatif ini turut mendukung Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (SDGs), terutama Tujuan 4 (Pendidikan Berkualitas), Tujuan 10 (Mengurangi Ketimpangan), dan Tujuan 17 (Kemitraan untuk Mencapai Tujuan).

Acara ditutup dengan pengenalan Komunitas KALEB, pembagian doorprize, dan sesi foto bersama. Kegiatan “KALEB GOES TO SCHOOL” menjadi bukti bahwa perubahan besar dapat lahir dari langkah kecil, seperti satu salam dalam bahasa isyarat, yang menumbuhkan harapan akan dunia yang lebih dekat, inklusif, dan penuh empati.

BACA JUGA :  Aktivis dan Akademisi Soroti Tingginya Kekerasan Perempuan dan Anak di Sultra