Wagub Sultra Buka Edukasi Keuangan dan Statistik Menuju Sensus Ekonomi 2026

oleh -386 Dilihat

Kendari, Berikabar.co – Wakil Gubernur Sulawesi Tenggara, Ir. Hugua, M.Ling., secara resmi membuka kegiatan bertema Literasi Keuangan dan Edukasi Statistik untuk Ekonomi Inklusif melalui Sinergi dan Kolaborasi Menuju Sensus Ekonomi 2026. Acara ini berlangsung di Ruang Pola Bahteramas, Kantor Gubernur Sultra, dan menjadi langkah awal dalam menyosialisasikan pelaksanaan Sensus Ekonomi 2026.

Acara ini dihadiri oleh berbagai pemangku kepentingan, termasuk Plt. Kepala BPS Provinsi Sultra, pejabat OJK dan Bank Indonesia wilayah Sultra, pimpinan organisasi perangkat daerah, lembaga vertikal, perwakilan BUMN dan BUMD, asosiasi UMKM, akademisi, mahasiswa, serta perwakilan instansi terkait lainnya.

Dalam laporan pembuka, Plt. Kepala BPS Sultra, Andi Kurniawan, menjelaskan bahwa kegiatan ini merupakan bagian dari upaya membangun kesadaran publik terhadap pentingnya data statistik dalam mendorong pertumbuhan ekonomi yang merata dan berkelanjutan.

“Kami ingin mengajak seluruh pihak – pemerintah, pelaku usaha, akademisi, media, hingga masyarakat – untuk memahami peran penting statistik dalam pengambilan kebijakan, guna menciptakan ekonomi yang inklusif dan kompetitif,” jelas Andi.

Ia juga mengingatkan bahwa Sensus Ekonomi merupakan amanat Undang-Undang dan dilaksanakan setiap 10 tahun sekali oleh BPS, selain Sensus Penduduk dan Sensus Pertanian. Oleh karena itu, partisipasi aktif dari seluruh lapisan masyarakat, terutama pelaku UMKM, sangat dibutuhkan demi kelancaran dan kualitas data yang dihasilkan.

Sementara itu, dalam sambutannya, Wakil Gubernur Ir. Hugua menekankan pentingnya edukasi keuangan dan statistik sebagai pondasi utama dalam membangun ekonomi inklusif. Ia menyayangkan bahwa kegiatan semacam ini kerap dianggap sekadar formalitas padahal sesungguhnya sangat strategis.

“Forum ini bukan hanya forum belajar biasa. Ini adalah komitmen negara dalam membangun peradaban ekonomi melalui pemahaman mendalam terhadap keuangan dan statistik,” tegasnya.

BACA JUGA :  Gubernur Sultra Kunjungi KPK, Tegaskan Komitmen Cegah Korupsi

Menurut Hugua, literasi keuangan tidak hanya berkutat pada uang sebagai benda fisik, melainkan mencakup pemahaman terhadap sistem dan institusi yang mengelola arus keuangan serta kemampuan menghadapi peluang dan risiko dalam dinamika ekonomi.

“Kita semua mencari uang, tapi banyak yang belum memahami cara uang bekerja. Literasi keuangan mengajarkan bagaimana sistem keuangan bergerak, bagaimana mengaksesnya, dan bagaimana institusinya mendukung ekonomi masyarakat,” jelasnya.

Ia menekankan bahwa pemahaman keuangan penting untuk semua kalangan, baik itu petani, nelayan, ASN, maupun pelaku UMKM, agar mereka dapat mengelola pendapatan dan pengeluaran secara bijak, serta memanfaatkan lembaga keuangan untuk mengakses modal dan peluang usaha.

Wagub juga menggarisbawahi pentingnya statistik sebagai alat navigasi pembangunan ekonomi. Ia mencontohkan penggunaan data oleh perusahaan ritel besar seperti Indomaret dalam menentukan lokasi usaha berdasarkan demografi dan daya beli masyarakat.

“Statistik itu bukan sekadar angka. Ia adalah peta bagi pengusaha. Tanpa data, kita tidak tahu di mana peluang berada,” ungkapnya.

Dari hasil Sensus Ekonomi 2016, Hugua menyebutkan bahwa hanya sekitar 1% pelaku usaha yang masuk kategori besar, sementara 99% adalah UMKM. Ia berharap dengan peningkatan literasi keuangan dan statistik, pelaku UMKM di Sultra dapat naik kelas.

“Jika kita ingin UMKM kita berkembang, maka kita harus gunakan data dan akses keuangan secara maksimal. Tanpa keduanya, sulit untuk meningkatkan skala dan daya saing usaha,” pungkasnya.

Acara kemudian dilanjutkan dengan paparan dari OJK Sultra terkait edukasi keuangan, serta sosialisasi awal Sensus Ekonomi 2026 oleh BPS. Kegiatan ini menjadi simbol sinergi antarlembaga dalam menciptakan ekosistem ekonomi yang inklusif, adaptif, dan berbasis informasi.