Program Operasi Katarak PT Vale Indonesia Ubah Hidup Pasien di Kolaka

oleh -452 Dilihat

Kolaka, Berikabar.co – Indonesia Growth Project (IGP) Pomalaa PT Vale Indonesia yang sedang dalam fase konstruksi menegaskan komitmen kuatnya terhadap keberlanjutan melalui program Environment, Social, and Governance (ESG). Menurut Asdam, Project Engineer ESG, bahwa semua aktivitas operasional akan dilaksanakan secara bertanggung jawab dan berkelanjutan, bahkan sebelum penambangan dimulai.

“Kami menyadari bahwa kami bergerak di sektor pertambangan. Oleh karena itu, kami berkewajiban memastikan bahwa seluruh aktivitas operasional dilaksanakan secara bertanggung jawab dan berkelanjutan, bahkan sejak masa konstruksi,”

Komitmen ESG perusahaan ini berlandaskan empat pilar utama. Pertama, Sustainable Medical Health yang menyediakan layanan kesehatan preventif dan mitigatif bagi pekerja serta masyarakat sekitar. Kedua, Waste Management untuk pengelolaan limbah yang terintegrasi dan bertanggung jawab.

Ketiga, Digitalisasi Infrastruktur melalui penerapan teknologi guna operasional tambang yang efisien dan transparan. Terakhir, Community Development dengan program pengembangan masyarakat untuk meningkatkan sosial ekonomi di wilayah operasi.

Terkait, Sustainable Medical Health perusahaan enyediakan layanan kesehatan berkelanjutan yang bersifat tidak hanya mitigatif, tetapi juga preventif untuk para pekerja maupun masyarakat sekitar.

Pada 19 Desember 2024 lalu, IGP Pomalaa PTVale Indonesia berhasil melakukan operasi katarak kepada 20 penerima manfaat yang berlangsung di Klinik Mata Kolaka. Hal tersebut dilakukan sebagai bentuk nyata kepeduliaan PT Vale di bidang kesehatan untuk menurunkan angka kebutaan akibat katarak.

“Kami ingin keberhasilan jangka panjang tidak hanya dari sisi ekonomi, tapi juga harus diiringi dengan perlindungan terhadap lingkungan dan peningkatan kesejahteraan masyarakat. Masih banyak program lainnya, tapi kita tunggu saja kejutan-kejutannya,” pungkasnya.

Syaripudin (54) salah seorang penerima manfaat mengungkapkan kepuasannya terhadap program operasi mata yang diikutinya, yang dinilainya memberikan pelayanan cepat dan berkualitas tinggi secara gratis, berbeda dengan pengalamannya sebelumnya saat menggunakan BPJS Mandiri. Ia merasakan perbaikan signifikan pada penglihatannya setelah operasi, dari yang semula sulit melihat jarak dekat hingga kini bisa melihat dengan jelas.

BACA JUGA :  Dorong UMK Go Global, Pertamina Gelar Pelatihan Manajemen Arus Kas dan Strategi Harga

“Bahkan setelah menjalani operasi saya sudah bisa naik motor pada malam hari yang dulunya tidak bisa juga bisa membaca ponsel tanpa kacamata tebal,” ujarnya.

Dampak positif operasi tidak hanya dirasakan pada penglihatan, tetapi juga pada aspek ekonomi keluarga karena pasien dapat kembali bekerja secara normal. Ia juga menyebutkan bahwa kontrol pascaoperasi sempat terhenti saat pandemi COVID-19. Secara keseluruhan, pasien sangat bersyukur atas program ini yang dinilainya sangat membantu masyarakat kecil.