Gubernur Sultra Resmikan Jembatan Bailey di Konawe Utara, Solusi Cepat Atasi Akses Jalan yang Terputus Akibat Banjir

oleh -210 Dilihat

Konawe Utara, Berikabar.co – Gubernur Sulawesi Tenggara, Mayjen TNI (Purn) Andi Sumangerukka, secara resmi meresmikan Jembatan Bailey di Desa Sambandete, Kecamatan Oheo, Kabupaten Konawe Utara (Konut). Pembangunan jembatan ini merupakan respons cepat pemerintah dalam menangani putusnya konektivitas jalan akibat banjir yang sering melanda kawasan tersebut.

Turut hadir dalam peresmian tersebut antara lain Ketua DPRD Sultra, Anggota Forkopimda Sultra, Bupati Konawe Utara, Forkopimda Konut, Ketua Tim Penggerak PKK Konawe Utara, Ketua Tim Ahli Gubernur Sultra, Kepala OPD Provinsi Sultra, Kepala Balai Pelaksanaan Jalan Nasional Wilayah Sultra, Kepala Balai Wilayah Sungai IV Sultra, serta tokoh masyarakat, camat, lurah, dan warga sekitar.

Dalam sambutannya, Gubernur menyampaikan bahwa pembangunan jembatan ini merupakan bentuk komitmen pemerintah dalam menjawab kebutuhan mendesak masyarakat. “Hari ini kita berkumpul di sini dalam rangka meresmikan Jembatan Bailey sebagai solusi darurat untuk mengatasi kesulitan masyarakat yang sempat terputus akses jalannya akibat banjir. Sebulan lalu, lokasi ini menjadi titik kumpul masyarakat karena kendaraan tak bisa melintas, bahkan harus menggunakan rakit untuk menyeberang. Kita semua turun langsung saat itu, dan akhirnya sepakat untuk segera bertindak cepat,” ujar Gubernur.

Gubernur juga menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada Balai, Korem, Polda, dan jajaran Pemerintah Kabupaten Konawe Utara atas sinergi dan kekompakan mereka. Ia mengungkapkan bahwa sempat ada kekhawatiran jembatan harus didatangkan dari Sulawesi Selatan, namun ternyata stok Jembatan Bailey tersedia di wilayah sendiri dan dapat langsung digunakan.

“Alhamdulillah, dengan kondisi darurat dan dukungan dana Belanja Tidak Terduga (BTT), kita bisa segera membangun jembatan ini. Kalau tidak tersedia anggaran, saya bahkan siap pakai dana pribadi karena ini menyangkut keselamatan masyarakat,” tegasnya.

BACA JUGA :  99,94 Persen Rekening Nasabah Bank Dijamin LPS, Masyarakat Diminta Perhatikan Batas Bunga Simpanan

Gubernur menambahkan bahwa meskipun jembatan ini bersifat sementara, pemerintah telah merencanakan pembangunan jembatan permanen yang dijadwalkan dimulai pada tahun 2026. Ia berpesan kepada masyarakat untuk memanfaatkan dan menjaga jembatan ini dengan baik, karena jembatan ini merupakan penghubung utama antara Sultra dan Sulteng, serta jalur penting untuk distribusi dan pelayanan masyarakat. “Hari ini sudah bisa dilintasi,” ungkapnya.

Sementara itu, Kepala Dinas Cipta Karya, Bina Konstruksi, dan Tata Ruang Sultra, Martin Effendi Patulak, dalam laporannya menyebutkan bahwa pembangunan jembatan ini bertujuan untuk memulihkan konektivitas antarwilayah, menjamin kelancaran distribusi logistik, serta menunjang pelayanan dasar seperti pendidikan, kesehatan, dan kegiatan ekonomi. Jembatan Bailey yang dibangun memiliki panjang total 51 meter dengan tiga segmen dan menelan anggaran sebesar Rp3,191 miliar, bersumber dari dana Belanja Tidak Terduga (BTT) APBD Provinsi Sulawesi Tenggara.

Jembatan ini dinyatakan aman digunakan untuk kendaraan roda dua dan roda empat dengan kapasitas hingga 25 ton. Penggunaan perdana secara simbolis dilakukan langsung oleh Gubernur setelah acara peresmian.  “Insyaallah, setelah jembatan permanen terbangun, masyarakat tidak lagi terganggu saat banjir melanda,” tegasnya.