Ekonomi Sultra 2025 Tumbuh 5,79 Persen, Lampaui Capaian Nasional

oleh -170 Dilihat

Kendari, Berikabar.co – Kinerja ekonomi Provinsi Sulawesi Tenggara (Sultra) sepanjang tahun 2025 menunjukkan tren positif yang sangat impresif. Kepala Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Sulawesi Tenggara, Edwin Permadi, mengungkapkan bahwa ekonomi Bumi Anoa berhasil tumbuh sebesar 5,79% (year-on-year/yoy), melampaui pertumbuhan nasional yang berada di angka 5,11% (yoy).

Capaian tahun 2025 ini tercatat lebih tinggi dibandingkan realisasi tahun 2024 yang tumbuh sebesar 5,40% (yoy). Momentum penguatan bahkan terlihat semakin solid pada penghujung tahun, di mana ekonomi Sultra pada Triwulan IV-2025 melaju hingga 5,94% (yoy) jika dibandingkan dengan periode yang sama pada tahun sebelumnya.

Dari sisi penawaran, Edwin Permadi menjelaskan bahwa lonjakan pertumbuhan tertinggi didorong oleh Lapangan Usaha (LU) Jasa Keuangan yang mencapai 17,27% (yoy). Akselerasi ini dipicu oleh ekspansi kredit yang masif serta pesatnya adopsi transaksi digital di masyarakat. Selain itu, LU Akomodasi dan Makan Minum turut menyumbang angka signifikan.

“Pertumbuhan tertinggi dicapai oleh Lapangan Usaha Jasa Keuangan sebesar 17,27% (yoy), melalui ekspansi kredit dan transaksi digital, serta LU Akomodasi dan Makan Minum seiring adanya program Makan Bergizi Gratis (MBG) dan berbagai ajang nasional,” ujar Edwin Permadi dalam rilis perkembangannya.

Sektor Informasi dan Komunikasi juga menunjukkan performa kuat akibat aktivitas digital masyarakat yang terus meningkat. Namun demikian, pertumbuhan di sisi penawaran sedikit tertahan oleh kinerja yang lebih rendah pada sektor Pengadaan Air dan Administrasi Pemerintahan.

Sementara dari sisi permintaan, penggerak utama ekonomi Sultra adalah Pembentukan Modal Tetap Bruto (PMTB) atau investasi. Pembangunan kawasan industri yang agresif serta penyediaan fasilitas pendidikan menjadi pilar utama investasi daerah. Daya beli masyarakat yang tetap stabil juga berkontribusi besar melalui Konsumsi Rumah Tangga yang terjaga.

BACA JUGA :  Polda Sultra Genjot Ketahanan Pangan, Targetkan 6.000 Hektar Lahan Jagung Potensial

Meski Konsumsi Pemerintah tumbuh positif, pihaknya mencatat adanya faktor penghambat yang perlu diwaspadai, yakni kinerja ekspor besi baja yang terkontraksi serta tingginya angka impor bahan bakar minyak (BBM).

Kombinasi antara hilirisasi industri dan program strategis pemerintah, seperti Makan Bergizi Gratis, kini menjadi modal kuat bagi Sulawesi Tenggara untuk mempertahankan posisinya sebagai salah satu pusat pertumbuhan ekonomi di wilayah timur Indonesia pada tahun 2026.