Wagub Sultra Pimpin Peringatan Hari Lahir Pancasila 2025, Tekankan Penguatan Ideologi Bangsa

oleh -346 Dilihat

Kendari, Berikabar.co — Wakil Gubernur Sulawesi Tenggara, Ir. Hugua, M.Ling, memimpin langsung upacara peringatan Hari Lahir Pancasila Tahun 2025 yang berlangsung di halaman Kantor Gubernur Sultra pada Minggu, 1 Juni 2025. Upacara yang berlangsung khidmat tersebut mengangkat tema nasional “Memperkokoh Ideologi Menuju Indonesia Raya.”

Kegiatan ini diikuti oleh berbagai unsur penting daerah, antara lain Forkopimda Provinsi Sultra, Ketua DPRD Sultra, para kepala OPD, pejabat eselon, dan ASN. Jajaran peserta upacara juga mencakup personel TNI, Polri, Brimob, Satpol PP, Tagana, Polisi Kehutanan, serta pelajar SMA/SMK.

Rangkaian upacara diawali dengan pengibaran bendera Merah Putih oleh Paskibraka Provinsi Sultra, yang menerima bendera secara simbolis dari Wakil Gubernur selaku inspektur upacara. Menariknya, formasi Paskibraka dibagi dalam lima kelompok, masing-masing mewakili satu sila Pancasila—sebagai lambang semangat gotong royong dalam menjaga nilai-nilai luhur bangsa.

Setelah pengibaran bendera, Ketua DPRD Provinsi Sultra membacakan teks Pancasila, dilanjutkan dengan pembacaan Pembukaan UUD 1945 oleh perwakilan ASN Pemprov Sultra.

Dalam kesempatan tersebut, Wakil Gubernur Hugua membacakan pidato resmi Kepala Badan Pembinaan Ideologi Pancasila (BPIP) RI, Prof. Drs. Yudian Wahyudi, M.A., Ph.D, yang menekankan pentingnya menjadikan Pancasila sebagai dasar kehidupan berbangsa.

“Pancasila bukan sekadar dokumen historis atau teks normatif, tetapi merupakan jiwa bangsa, pedoman hidup bersama, serta bintang penuntun dalam mewujudkan cita-cita Indonesia yang merdeka, bersatu, berdaulat, adil dan makmur,” demikian kutipan pidato BPIP yang dibacakan Wakil Gubernur.

Dalam pidatonya, BPIP menekankan bahwa Pancasila adalah rumah besar bagi keberagaman bangsa Indonesia. Kebinekaan bukanlah alasan untuk terpecah, melainkan kekuatan yang menyatukan dalam menghadapi tantangan global, seperti radikalisme dan disinformasi digital.

Pemerintah juga menegaskan komitmen terhadap Asta Cita, delapan agenda prioritas menuju Indonesia Emas 2045. Salah satu agenda utama adalah penguatan ideologi Pancasila, demokrasi, dan HAM dalam berbagai aspek kehidupan—termasuk pendidikan, pemerintahan, ekonomi, serta ruang digital.

BACA JUGA :  Modernisasi Rumah Ibadah, BI Sultra dan Kemenag Kendari Masifkan QRIS di Seluruh Masjid

“Kemajuan ekonomi tanpa pondasi nilai-nilai Pancasila bisa melahirkan ketimpangan. Kemajuan teknologi tanpa bimbingan moral Pancasila bisa menjerumuskan bangsa pada dehumanisasi,” tegas BPIP dalam pidatonya.

BPIP juga mengajak seluruh elemen masyarakat untuk menjadi agen utama dalam membumikan nilai-nilai Pancasila. Program pelatihan ASN, penguatan kurikulum, dan sinergi lintas sektor menjadi strategi nasional untuk mengarusutamakan nilai Pancasila dalam kehidupan berbangsa.

“Kita ingin Indonesia yang maju bukan hanya secara teknologi, tetapi juga secara moral. Kita ingin Indonesia yang dihormati bukan hanya karena kekuatan ekonominya, tetapi karena keluhuran budinya dan kebijaksanaan rakyatnya,” pungkasnya.

Usai upacara, kegiatan dilanjutkan dengan penyerahan piagam penghargaan kepada perwakilan Purna Paskibraka Tahun 2024. Penghargaan tersebut diberikan langsung oleh Wakil Gubernur dan Ketua DPRD Sultra sebagai bentuk apresiasi atas dedikasi mereka dalam menjalankan tugas kebangsaan.

Upacara peringatan Hari Lahir Pancasila di Sultra tahun ini berlangsung dalam suasana yang penuh semangat nasionalisme. Kehadiran seluruh komponen masyarakat mencerminkan komitmen untuk terus menjadikan Pancasila sebagai roh pembangunan daerah dan nasional demi terwujudnya Indonesia yang berdaulat, adil, dan bermartabat.

Sumber : PPID Utama Sultra