Respon Gejolak Global, OJK Tegaskan Sektor Keuangan Nasional Masih Stabil

oleh -321 Dilihat

Jakarta, Berikabar.co – Otoritas Jasa Keuangan (OJK) melalui Rapat Dewan Komisioner Bulanan yang digelar pada 28 Mei 2025 menyampaikan bahwa stabilitas Sektor Jasa Keuangan (SJK) tetap terjaga, meski di tengah tekanan ketidakpastian global akibat dinamika perdagangan internasional dan ketegangan geopolitik.

Salah satu sentimen positif berasal dari kesepakatan dagang permanen antara Amerika Serikat (AS) dan Inggris pada 8 Mei 2025, yang merupakan kesepakatan permanen pertama AS pasca penundaan tarif resiprokal. Disusul oleh kesepakatan dagang sementara antara AS dan Tiongkok pada 12 Mei 2025 yang berlaku selama 90 hari. Kesepakatan ini disambut positif oleh pelaku pasar global, mendorong penguatan pasar keuangan serta menurunkan volatilitas dan meningkatkan capital inflow ke negara berkembang.

Meski ketegangan geopolitik meningkat di beberapa kawasan, OJK menilai dampaknya masih dapat terlokalisir sehingga tidak memberikan tekanan besar terhadap stabilitas pasar keuangan global.

Pertumbuhan ekonomi global pada kuartal I-2025 menunjukkan kecenderungan melemah, disertai turunnya inflasi yang mencerminkan penurunan permintaan global. Sejalan dengan itu, sejumlah bank sentral mulai menerapkan kebijakan moneter yang lebih akomodatif dengan pemangkasan suku bunga dan pelonggaran likuiditas, sementara kebijakan fiskal global pun cenderung ekspansif walau dibatasi ruang fiskal yang sempit.

The Federal Reserve (The Fed) AS menyampaikan sinyal bahwa Fed Fund Rate (FFR) akan tetap tinggi lebih lama (“FFR high for longer”), sambil menunggu kejelasan dampak kebijakan tarif terhadap indikator ekonomi. Hal ini mendorong pasar untuk merevisi perkiraan penurunan FFR tahun ini dari 3–4 kali menjadi hanya 2 kali, dengan kemungkinan dimulai pada September 2025. Sementara itu, rencana legislasi “One Big Beautiful Bill” yang berpotensi memperlebar defisit fiskal membuat Moody’s menurunkan rating kredit AS, menekan pasar obligasi dan nilai tukar dolar AS.

BACA JUGA :  BI – Dikbud Sultra Lakukan M0U Tingkatkan Literasi Keuangan Pelajar

Di dalam negeri, OJK mencatat bahwa ekonomi Indonesia masih menunjukkan resiliensi. Pertumbuhan ekonomi kuartal I-2025 tercatat sebesar 4,87 persen, dengan konsumsi rumah tangga tetap menjadi pendorong utama di angka 4,89 persen (yoy). Inflasi tetap terjaga di level 1,95 persen (Maret 2025: 1,03 persen), masih dalam kisaran target bank sentral. Surplus neraca perdagangan berlanjut, defisit transaksi berjalan menyempit menjadi 0,05 persen PDB, dan cadangan devisa stabil di level tinggi.

OJK menyatakan dukungannya terhadap paket insentif ekonomi yang digulirkan pemerintah pada Juni 2025 untuk memperkuat daya beli masyarakat. “OJK bersama kementerian/lembaga terkait dan industri jasa keuangan terus berkolaborasi dalam mendorong intermediasi optimal, pendalaman pasar keuangan, serta pengembangan potensi industri yang prospektif, termasuk mendukung segmen UMKM,” demikian isi pernyataan OJK. Seluruh upaya ini dilakukan untuk menciptakan pembiayaan yang lebih inklusif dan mendorong pemanfaatan potensi ekonomi nasional secara optimal.