Makassar, Berikabar.co — Di tengah semarak Makassar Half Marathon (MHM) 2025, kisah menarik tentang komunitas Vale Runners kembali mencuat. Komunitas yang kini menjadi representasi gaya hidup sehat sekaligus semangat keberlanjutan ini ternyata berawal dari langkah-langkah kecil sekelompok karyawan yang ingin hidup lebih aktif.
Bayu Widyanto, salah satu pendiri Vale Runners, mengenang masa awal komunitas ini dibentuk.
“Dulu, komunitas ini didirikan oleh teman-teman Vale Jakarta, mungkin bisa dihitung jari, nggak sampai 20 orang,” kenangnya.
Bayu, yang pernah menjadi karyawan PT Vale Indonesia Tbk (2010–2019) dan kini menetap di Jakarta, menjelaskan bahwa komunitas ini terbentuk dari kesamaan minat di kalangan rekan kerja.
“Awalnya hanya karena sama-sama suka naik gunung, sepeda, berenang, lalu akhirnya sepakat. Lari bareng yuk. Dari situ berkembang, makin maju,” ujarnya.
Namun, menurutnya, Vale Runners tumbuh bukan sekadar sebagai komunitas hobi, melainkan membawa nilai-nilai inti PT Vale: value the people, prize our planet.
“Berlari bukan hanya soal gaya hidup, tapi juga soal menjaga kesehatan, menurunkan risiko penyakit, dan mengurangi jejak karbon,” jelas Bayu.
Kini, komunitas ini telah berkembang pesat. Anggotanya bahkan telah menorehkan prestasi di berbagai ajang nasional dan internasional. Namun, di ajang MHM 2025, Bayu menekankan bahwa tidak ada target tinggi yang dibebankan.
“Kami hanya ingin menikmati event, menyapa teman-teman pelari, dan menikmati race village,” katanya sambil tersenyum.
Ia juga menyampaikan harapan agar ajang ini terus berkembang.
“Saya pikir Makassar ini sudah jadi pusat, dan MHM menarik banyak pelari berskala internasional. Saya harap event ini bisa berkembang, dan mungkin bisa dipertimbangkan agar membuka kategori marathon, yang lebih panjang. Tentu banyak yang harus dirangkul agar event dengan kategori marathon makin sukses,” ungkapnya.
Ajang Bergengsi di Timur Indonesia
Ajang MHM yang berlangsung meriah selama dua hari mendapat sambutan positif dari banyak pihak, termasuk dari Direktur dan Chief Human Capital Officer PT Vale Indonesia, Adriansyah Chaniago.
“Event ini bukan main, loud and proud. Tahun ketiga sudah harus digelar dua hari karena begitu besarnya antusiasme,” ujarnya.
Ia pun membagikan cerita bagaimana komunitas Vale Runners terbentuk, awalnya dari tren ikut-ikutan alias FOMO, tapi kemudian berkembang menjadi kebiasaan sehat.
“Akhirnya jadi habit, jadi kebiasaan sehat,” tambahnya.
Adriansyah pun berbagi tips untuk para pelari yang mengikuti kategori half marathon, dengan menekankan pentingnya istirahat yang cukup, pola makan seimbang, dan mendengarkan sinyal tubuh.
“Harus tahu kapan tubuh itu kuat, kapan harus istirahat.”
Dipimpin Perempuan, Didorong Semangat Inklusif
Di balik solidnya Vale Runners, terdapat sosok pemimpin yang tak kalah inspiratif. Erny Lente, sang captain, memimpin komunitas ini dengan penuh komitmen dan semangat kolaborasi.
“Pasti ada tantangan. Apalagi sekarang komunitasnya besar, pendapat berbeda-beda, kemauan juga,” aku Erny, yang merupakan karyawan aktif PT Vale.
Meski tantangan hadir, ia percaya bahwa komunikasi adalah kunci keberhasilan.
“Kalau ada yang bisa dibicarakan untuk kemajuan bersama, mari kita bicarakan,” tegasnya.
Erny juga menyebut bahwa Vale Runners kini telah berevolusi menjadi komunitas yang inklusif.
“Dulu hanya untuk karyawan Vale. Sekarang semua orang bisa bergabung, tapi tentu dengan aturan yang tegas.”
Bagi Erny, partisipasi di MHM 2025 menjadi bukti nyata bahwa semangat komunitas ini tetap menyala.
“Saya cuma minta satu: tetap semangat dan tetap solid. Komunitas ini sudah jadi bagian dari hidup kita,” ujarnya penuh semangat.





