Kendari, Berikabar.co — Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Sulawesi Tenggara turut ambil bagian dalam kegiatan edukasi keuangan kepada mahasiswa Universitas Halu Oleo (UHO) yang digelar oleh Bank Indonesia Perwakilan Sulawesi Tenggara. Kegiatan ini menjadi bagian dari upaya bersama untuk meningkatkan literasi keuangan di kalangan generasi muda, khususnya di lingkungan perguruan tinggi.
Acara ini dibuka langsung oleh Plt Kepala BI Sultra, Thatit Suryono. Beliau menyampaikan pentingnya kolaborasi antar lembaga dalam memberikan pemahaman mendalam kepada mahasiswa terkait isu-isu keuangan yang berkembang saat ini. Acara ini dihadiri oleh sekitar 100 peserta, terdiri dari mahasiswa, dosen, hingga jajaran dekan fakultas.
OJK Sultra, dalam kesempatan ini, menyampaikan dua materi utama yang sangat relevan dengan situasi keuangan saat ini, yaitu “Waspada Pinjol Ilegal” dan “Indeks Literasi Keuangan Syariah”. Kedua topik tersebut menjadi sorotan karena maraknya praktik pinjaman online ilegal yang meresahkan masyarakat serta meningkatnya minat terhadap keuangan syariah.
Para peserta tampak antusias mengikuti sesi edukasi yang interaktif dan informatif. Mereka aktif mengajukan pertanyaan dan berdiskusi dengan narasumber dari OJK, terutama terkait ciri-ciri pinjol ilegal, cara melaporkan, serta bagaimana memilih produk dan layanan keuangan yang aman dan sesuai prinsip syariah.
Edukasi ini menjadi bagian dari komitmen OJK untuk terus memperluas jangkauan literasi keuangan di semua lapisan masyarakat, termasuk kalangan mahasiswa sebagai generasi penerus bangsa. Pengetahuan keuangan yang baik diharapkan dapat membentuk perilaku finansial yang bijak dan bertanggung jawab sejak dini.
Kegiatan ini juga menunjukkan sinergi antara OJK dan Bank Indonesia sebagai dua lembaga utama dalam menjaga stabilitas sistem keuangan di Indonesia. Informasi resmi mengenai kegiatan ini juga telah dipublikasikan melalui akun resmi OJK Sultra di media sosial sebagai bentuk transparansi dan publikasi kepada masyarakat.





