Kredit Perbankan Sulawesi Tenggara Tumbuh 12,5 Persen: Sinyal Kuat Pemulihan Ekonomi Daerah

oleh -523 Dilihat

Kendari, Berikabar.co – Provinsi Sulawesi Tenggara mencatatkan kinerja impresif dalam sektor jasa keuangan sepanjang Triwulan I tahun 2025. Berdasarkan laporan Info Grafis IJK Provinsi Sulawesi Tenggara Triwulan I 2025 yang dirilis oleh Otoritas Jasa Keuangan (OJK), penyaluran kredit perbankan tumbuh sebesar 12,51 persen secara tahunan (year-on-year), dengan total pembiayaan mencapai Rp40,96 triliun. Pertumbuhan dua digit ini mencerminkan kebangkitan ekonomi daerah yang semakin solid, ditopang oleh peningkatan konsumsi rumah tangga dan geliat sektor UMKM.

Kredit perbankan Sulawesi Tenggara pada awal tahun ini didominasi oleh sektor rumah tangga, yang menyerap 38,3 persen dari total kredit, dan sektor perdagangan. Sementara itu, sektor UMKM mencatat penyerapan sebesar Rp14,8 triliun atau 36,1 persen dari total penyaluran. Dari segmen UMKM tersebut, kredit mikro menjadi yang paling dominan, mencapai 58,5 persen. Ini menunjukkan bahwa akses keuangan untuk pelaku usaha kecil dan informal kian membaik, seiring dengan perluasan jangkauan perbankan di daerah.

Di sisi lain, kredit konsumtif tetap menjadi porsi terbesar, mencapai Rp22,74 triliun atau 55,6 persen dari total kredit. Fakta ini menunjukkan bahwa kebutuhan konsumsi masyarakat terus tumbuh, sekaligus menandai peningkatan daya beli. Namun demikian, kredit untuk modal kerja dan investasi juga mulai menunjukkan tren positif, menandakan kesiapan dunia usaha untuk kembali mengekspansi kegiatan produktif.

Yang menarik, pertumbuhan ini dibarengi dengan kualitas kredit yang tetap terkendali. Rasio Non-Performing Loan (NPL) tercatat sebesar 1,76 persen, masih dalam batas aman dan menunjukkan kehati-hatian perbankan dalam proses intermediasi. Rasio Loan to Deposit Ratio (LDR) bahkan mencapai 127,57 persen, menandakan bank-bank di Sulawesi Tenggara sangat aktif menyalurkan dana pihak ketiga ke sektor riil.

BACA JUGA :  Dukung Kedaulatan Energi, PLN dan Polda Sultra Sinergi Amankan Pembangunan Proyek Ketenagalistrikan Vital

Kinerja ini menjadi bukti bahwa sektor jasa keuangan memainkan peran strategis dalam mendukung pemulihan ekonomi daerah. Melalui program inklusi keuangan dan digitalisasi layanan perbankan, masyarakat kini semakin terlibat dalam sistem keuangan formal. Hal ini bukan hanya memperkuat ketahanan ekonomi lokal, tetapi juga membuka peluang pertumbuhan jangka panjang yang lebih berkelanjutan.

Meski demikian, tantangan tetap terbentang di depan. Pemerataan akses kredit, peningkatan literasi keuangan, serta dorongan terhadap sektor-sektor produktif akan menjadi faktor kunci yang menentukan keberlanjutan tren positif ini. Namun dengan fondasi yang mulai menguat di awal tahun 2025, Provinsi Sulawesi Tenggara menempatkan dirinya dalam posisi strategis menuju pemulihan ekonomi daerah yang tangguh dan inklusif.

Sumber Data:
Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Sulawesi Tenggara – Info Grafis IJK Provinsi Sulawesi Tenggara Triwulan I 2025