Kemenag Sultra Peringati Harlah Pancasila 2025, Teguhkan Komitmen Ideologi Bangsa

oleh -339 Dilihat

Kendari, Berikabar.co– Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi Sulawesi Tenggara menggelar upacara peringatan Hari Lahir Pancasila Tahun 2025 yang dipusatkan di pelataran MAN 1 Kendari, Senin (2/6). Upacara dipimpin oleh Kepala Bagian Tata Usaha Kanwil Kemenag Sultra, H. La Rija, yang hadir mewakili Kepala Kanwil Kemenag Sultra.

Kegiatan ini diikuti oleh para Pejabat Administrator Kanwil Kemenag Sultra, Kepala Kantor Kemenag Kota Kendari, para Ketua Tim Kerja, Pejabat Fungsional dan Pelaksana di lingkungan Kanwil, serta seluruh jajaran pegawai dan guru Kemenag Kota Kendari. Siswa-siswi madrasah se-Kota Kendari turut serta sebagai peserta upacara.

Dalam kesempatan tersebut, H. La Rija membacakan pidato resmi dari Kepala Badan Pembinaan Ideologi Pancasila (BPIP) Republik Indonesia, yang menekankan bahwa peringatan Hari Lahir Pancasila bukan hanya ajang mengenang sejarah, namun menjadi momentum untuk meneguhkan kembali komitmen terhadap nilai-nilai dasar pendirian Negara Kesatuan Republik Indonesia.

“Hari Lahir Pancasila diperingati tidak hanya untuk mengenang rumusan dasar negara, tetapi juga meneguhkan kembali komitmen terhadap nilai-nilai luhur yang menjadi pondasi berdirinya Negara Kesatuan Republik Indonesia,” tegasnya.

Dalam amanat tersebut juga disampaikan bahwa Pancasila merupakan ideologi bangsa sekaligus “rumah besar” yang menyatukan keragaman Indonesia. Dalam menghadapi tantangan zaman, pemerintah telah menetapkan Asta Cita, delapan agenda prioritas untuk mewujudkan Indonesia Emas 2045. Salah satu yang paling utama adalah memperkuat ideologi Pancasila, demokrasi, dan hak asasi manusia.

“Kita menyadari bahwa kemajuan tanpa arah ideologis akan mudah goyah. Kemajuan ekonomi tanpa pondasi nilai-nilai Pancasila bisa melahirkan ketimpangan. Kemajuan teknologi tanpa bimbingan moral Pancasila bisa menjerumuskan bangsa pada dehumanisasi,” ungkapnya.

Tantangan terhadap nilai-nilai Pancasila dalam era globalisasi dan digitalisasi semakin nyata. Paham-paham ekstremisme, radikalisme, intoleransi, dan disinformasi telah menjadi ancaman serius terhadap kohesi sosial masyarakat Indonesia.

BACA JUGA :  Diapresiasi Warga, Polda Sultra Pastikan Balapan Liar dan Peredaran Narkoba Diberantas

“Melalui Asta Cita, kita dipanggil untuk melakukan revitalisasi nilai-nilai Pancasila dalam segala dimensi kehidupan: dari pendidikan, birokrasi, ekonomi, hingga ruang-ruang digital,” lanjutnya.

Empat Pilar Revitalisasi Pancasila

Pidato Kepala BPIP yang dibacakan H. La Rija menyoroti empat bidang utama yang menjadi fokus revitalisasi nilai-nilai Pancasila:

  1. Pendidikan: Penanaman nilai Pancasila perlu dimulai sejak dini, tidak hanya dalam pelajaran, tetapi dalam keseharian. Sekolah harus menjadi tempat lahirnya generasi yang cerdas dan bermoral.

  2. Pemerintahan dan Birokrasi: Pelayanan publik harus mencerminkan prinsip keadilan sosial, transparansi, serta keberpihakan pada rakyat.

  3. Ekonomi: Pembangunan harus dinikmati secara merata. Usaha mikro, kecil dan menengah (UMKM), serta ekonomi kerakyatan dan koperasi harus terus didorong agar tak ada warga yang tertinggal.

  4. Ruang Digital: Dunia maya bukanlah ruang bebas nilai. Etika, toleransi, dan penghargaan antar sesama harus ditegakkan.

“Pancasila harus menjadi panduan dalam berinteraksi di media sosial maupun platform digital lainnya. Perangi hoaks, ujaran kebencian dan provokasi, dengan literasi digital dan semangat gotong-royong,” tegasnya.

BPIP sebagai lembaga yang bertanggung jawab dalam pembinaan ideologi Pancasila juga terus menjalankan berbagai program strategis. Namun, penanaman dan penguatan nilai-nilai Pancasila, menurutnya, tidak bisa dilakukan sendiri.

“Tugas ini membutuhkan peran seluruh elemen bangsa dari pusat hingga daerah. Mari memperkuat komitmen kita terhadap nilai-nilai luhur bangsa,” ajaknya.

Ia menutup pidato dengan mengajak seluruh peserta menjadikan nilai-nilai Pancasila sebagai inspirasi dalam kehidupan berbangsa dan bernegara.

“Jadikan setiap langkah, setiap kebijakan, setiap ucapan dan tindakan kita sebagai cerminan dari semangat Pancasila. Jadikan Pancasila sebagai sumber inspirasi dalam berkarya, berbangsa dan bernegara,” pungkasnya.