Investor Saham Indonesia Tembus 7 Juta, Tanda Percaya Diri Hadapi Ekonomi Global

oleh -372 Dilihat

Jakarta, Berikabar.co — Jumlah investor saham di Indonesia kini telah menembus angka 7.001.268 Single Investor Identification (SID). Capaian ini dicatat oleh PT Bursa Efek Indonesia (BEI) dan menjadi sinyal positif terhadap minat masyarakat terhadap pasar modal, meskipun ekonomi global masih diwarnai ketidakpastian.

BEI menyampaikan bahwa peningkatan jumlah investor ini menjadi cerminan dari keyakinan masyarakat terhadap prospek ekonomi nasional. Di tengah tantangan ekonomi global, ketertarikan terhadap investasi domestik tetap tumbuh. Hal ini tentu tak lepas dari dukungan kuat Otoritas Jasa Keuangan (OJK), Self-Regulatory Organization (SRO), serta sinergi dari berbagai pemangku kepentingan melalui penyelenggaraan edukasi yang menyentuh berbagai lapisan masyarakat.

Sejak 31 Desember 2024, jumlah investor saham telah tumbuh dari 6.381.444 SID menjadi 7 juta lebih per 26 Mei 2025. Tambahan sebanyak 619.824 investor baru ini terjadi meski IHSG sempat berfluktuasi—turun ke level 5.967,988 pada 9 April 2025 dari posisi penutupan akhir tahun sebelumnya di 7.079,905, sebelum kemudian rebound ke 7.175,819 per 28 Mei 2025.

Menurut Jeffrey Hendrik, Direktur Pengembangan BEI, lonjakan jumlah investor justru terjadi saat kondisi pasar tengah dinamis.

“Menariknya, meskipun kebijakan tarif impor mulai diberlakukan, minat masyarakat untuk berinvestasi di pasar modal Indonesia tetap tinggi. Tercermin dari penambahan lebih dari 38 ribu investor saham selama periode 27 Maret hingga 8 April 2025,” ungkap Jeffrey.

Penambahan tersebut tercatat selama masa libur panjang Idulfitri, di mana jumlah SID meningkat dari 6.705.452 menjadi 6.744.128.

Melihat peningkatan ini, BEI menekankan pentingnya penguatan infrastruktur informasi dan literasi. Saat ini, aplikasi IDX Mobile telah diunduh lebih dari 287 ribu kali, dan kanal media sosial BEI turut dimanfaatkan untuk menyampaikan informasi secara cepat dan luas. Selain itu, jumlah Galeri Investasi BEI telah mendekati 1.000 lokasi, dengan lebih dari 6.000 Duta Pasar Modal yang aktif melakukan edukasi di berbagai wilayah.

BACA JUGA :  Kalla Toyota di Genggaman: Aplikasi New mToyota Permudah Booking Service, Trade-in, dan Transaksi Digital Pelanggan

Menjelang pertengahan 2025, BEI telah melaksanakan berbagai program literasi, seperti Sekolah Pasar Modal (SPM) level 1–3, seminar, webinar, dan workshop yang menjangkau komunitas, pelaku industri, hingga kalangan akademisi. Kegiatan ini dilakukan secara luring dan daring, melalui jaringan kantor perwakilan BEI di seluruh Indonesia.

Tak hanya menyasar investor ritel, BEI juga menggencarkan keterlibatan investor institusi. Iman Rachman, Direktur Utama BEI, menyatakan:

“BEI juga berorientasi pada peningkatan partisipasi investor institusi dengan terus menjalin keterlibatan aktif bersama investor institusi domestik guna mendorong peran mereka dalam aktivitas transaksi pasar.”

BEI berharap dengan menguatnya fondasi investor, pasar modal nasional akan memainkan peran yang makin vital dalam mendorong pertumbuhan ekonomi Indonesia secara berkelanjutan, inklusif, dan dinamis.