Jakarta, Berikabar.co — Indeks Kepercayaan Konsumen (IKK) mengalami penurunan pada Mei 2025, sebagaimana tercermin dalam hasil terbaru Survei Konsumen dan Perekonomian (SKP) yang dirilis oleh Lembaga Penjamin Simpanan (LPS). IKK bulan tersebut tercatat di angka 99,7, melemah 3,4 poin secara bulanan (MoM).
Penurunan ini disebabkan oleh melemahnya persepsi konsumen terhadap kondisi ekonomi lokal dan ketersediaan lapangan kerja saat ini. Meski begitu, optimisme terhadap kondisi ekonomi dan pendapatan di masa mendatang masih cukup terjaga.
Secara komponen, penurunan IKK terjadi pada Indeks Situasi Saat Ini (ISSI) yang menyusut menjadi 79,4 dari sebelumnya 81,9 di April 2025. Sementara itu, Indeks Ekspektasi (IE) juga turun dari 118,9 menjadi 114,9.
“Selain karena faktor kenaikan harga sembako dan sulitnya lapangan kerja, penurunan IKK juga dipengaruhi faktor lain yang meningkat dari bulan sebelumnya, di antaranya adanya banjir, kegagalan panen, dan harga jual panen yang menurun. Cuaca ekstrem yang melanda sejumlah wilayah menyebabkan banjir dan kerusakan infrastruktur umum. Hal ini terlihat pada turunnya IKK di wilayah-wilayah yang terdampak cuaca ekstrem dan banjir,” ujar Direktur Group Riset LPS, Seto Wardono, di Jakarta, Senin (2/6/2025).
Laporan tersebut juga mencatat bahwa memasuki awal tahun ajaran 2025/2026, pengeluaran rumah tangga mengalami tekanan tambahan akibat meningkatnya biaya pendidikan. Kebutuhan untuk persiapan sekolah menyebabkan konsumsi rumah tangga meningkat, memengaruhi kapasitas menabung dan daya beli.
Penurunan IKK Terjadi di Seluruh Kelompok Pendapatan
Jika dilihat dari kategori pendapatan rumah tangga (RT), penurunan IKK terjadi di seluruh kelompok. Penurunan terdalam terjadi pada kelompok RT berpenghasilan di atas Rp7 juta per bulan, yakni sebesar 14,6 poin. Kelompok RT berpendapatan hingga Rp1,5 juta per bulan mengalami kontraksi sebesar 8,8 poin, sementara kelompok Rp3 juta–Rp7 juta menurun 2,8 poin.
Penurunan paling ringan dialami oleh kelompok pendapatan Rp1,5 juta–Rp3 juta per bulan, yang hanya turun 2,1 poin. Walau menurun, IKK kelompok RT dengan pendapatan di atas Rp3 juta tetap bertahan di atas angka 100, menandakan bahwa tingkat optimisme mereka terhadap kondisi ekonomi masih cukup baik.
Sebagai informasi, IKK mengukur persepsi konsumen terhadap kondisi ekonomi saat ini dan ekspektasi dalam enam bulan ke depan, termasuk situasi pendapatan serta ketersediaan lapangan kerja. Angka IKK di atas 100 menunjukkan tingkat optimisme, sedangkan angka di bawah 100 mencerminkan pandangan yang lebih hati-hati atau pesimis dari masyarakat terhadap kondisi ekonomi.





