Makassar, Berikabar.co – Dalam rangka memperingati Hari Lingkungan Hidup Sedunia 2025 dengan tema “Zero Waste Warriors”, PT PLN (Persero) Unit Induk Pembangunan (UIP) Sulawesi menggelar kegiatan bersih-bersih lingkungan. Aksi yang dilaksanakan di Taman RPTRA Untia, Desa Nelayan, Kecamatan Biringkanaya, Kota Makassar, pada Kamis (12/6), berhasil mengumpulkan 1.450 botol plastik dengan total berat sampah mencapai 173,54 kg atau sekitar 0,17 ton. Kegiatan ini melibatkan 165 peserta, termasuk pegawai PLN UIP Sulawesi dan UPP Sulsel, perwakilan pemangku kepentingan, komunitas peduli lingkungan, serta masyarakat umum.
Mengusung tajuk “Bottle Up, Clean Up, & Green Action”, kegiatan ini tidak hanya fokus pada pengumpulan sampah plastik yang disebar melalui empat titik drop box—Kantor PLN UIP Sulawesi, PLN UPP Sulsel, KBN Pannampu, dan Rappo Impact Centre di Kelurahan Untia—tetapi juga mencakup edukasi publik tentang pemilahan dan pengolahan sampah melalui workshop daur ulang. Sebagai bentuk apresiasi, masyarakat yang terlibat dapat menukarkan sampah yang mereka kumpulkan dengan voucher listrik. Di samping itu, PLN menunjukkan dukungannya terhadap ekonomi sirkular dengan menyerahkan satu unit mesin jahit guna mendukung produksi barang daur ulang bernilai ekonomi seperti tas laptop, dompet, dan tas belanja.
General Manager PLN UIP Sulawesi, Wisnu Kuntjoro Adi, menegaskan bahwa kegiatan ini adalah bukti nyata kepedulian PLN terhadap kebersihan lingkungan dan peningkatan kualitas hidup masyarakat.
“Aksi clean up ini bukan semata-mata hanya untuk memungut sampah, namun juga tentang bagaimana kita menanamkan kebiasaan baik untuk selalu menjaga kebersihan ruang publik. Kegiatan green action ini juga merupakan simbol komitmen kita dalam menambah ruang hijau, memperbaiki kualitas udara, serta memberikan ruang bermain yang sehat bagi anak-anak di Taman RPTRA,” ujarnya.
Wisnu juga menyampaikan bahwa PLN secara internal telah menerapkan kebijakan pengurangan sampah plastik. Para pegawai diimbau untuk mengganti penggunaan botol sekali pakai dengan tumbler, dan seluruh sampah yang dihasilkan dikelola sesuai jenisnya, termasuk limbah B3.
“Kami juga telah menerapkan sistem pemilahan sampah, baik sampah plastik (anorganik), sampah organik, maupun limbah B3 (Bahan Berbahaya dan Beracun), yang kami kelola sesuai dengan jenisnya masing-masing. Khusus untuk sampah plastik yang terkumpul di kantor, akan kami serahkan kepada Rappo Indonesia untuk diolah kembali menjadi barang yang lebih bermanfaat,” jelas Wisnu.
Selain itu, ia menyampaikan apresiasi kepada semua pihak yang telah hadir dan memberikan kontribusi nyata.
“Kami juga menyampaikan apresiasi setinggi-tingginya kepada rekan-rekan yang hadir hari ini untuk berpartisipasi dalam kegiatan clean up, khususnya Pemerintah Daerah, aparat wilayah, masyarakat, komunitas peduli lingkungan, dan mitra strategis kami, yakni Rappo Indonesia. Kolaborasi seperti inilah yang akan memperkuat dampak dari aksi lingkungan dan menjaga gerakan Zero Waste sebagai bagian dari kehidupan sehari-hari,” tambahnya.
Kepala Dinas Lingkungan Hidup Kota Makassar, Ferdi, S.Pt., M.Sc., Ph.D., menyampaikan penghargaan kepada PLN atas kontribusi dan kolaborasi mereka dalam mendukung lingkungan dan pemberdayaan masyarakat.
“Kami mengucapkan terima kasih banyak kepada PLN atas inisiasinya dalam menyelenggarakan kegiatan positif ini. Kami turut senang menjadi bagian dari aksi ini. Kegiatan ini semakin bermakna. Kami hanya bisa mengucapkan sukses terus untuk PLN dalam setiap kegiatan positif seperti ini,” ujarnya.
Senada dengan itu, Ketua Komunitas Peduli Lingkungan Untia, Djamrud, menyambut baik kerja sama ini. Menurutnya, kolaborasi ini menjadi bukti nyata bahwa kepedulian terhadap lingkungan adalah tanggung jawab bersama.
“Komunitas kami, yakni Komunitas Peduli Lingkungan Untia, adalah komunitas yang dibentuk atas kesadaran masyarakat Untia terhadap lingkungan. Maka dari itu, kami sangat senang menyambut PLN dalam kolaborasi ini sebagai aksi nyata untuk bersama-sama menanamkan kesadaran bahwa bumi ini, lingkungan kita ini, adalah tanggung jawab kita bersama,” pungkasnya.
Kegiatan ini menjadi wujud nyata komitmen PLN dalam memerangi polusi plastik yang semakin mengancam ekosistem. Lebih dari sekadar kegiatan seremonial, aksi ini bertujuan membangun kesadaran kolektif, terutama di kalangan pegawai PLN, untuk menjaga lingkungan dan menjadikan gaya hidup bebas sampah sebagai bagian dari keseharian.





