Gubernur Sultra Turun Langsung Tinjau Banjir di Kendari, Pastikan Penanganan Cepat dan Terkoordinasi

oleh -279 Dilihat

Kendari, Berikabar.co  – Gubernur Sulawesi Tenggara (Sultra), Mayjen TNI (Purn) Andi Sumangerukka, bergerak cepat meninjau lokasi banjir yang melanda Kelurahan Lepo-Lepo, Kota Kendari, pada Senin (30 Juni 2025). Kunjungan ini merupakan wujud kepedulian dan respons sigap pemerintah provinsi terhadap bencana yang dialami masyarakat.

Banjir ini terjadi akibat curah hujan tinggi yang berlangsung sejak 23 Juni 2025, menyebabkan luapan Sungai Wanggu dan merendam sejumlah area permukiman di Kelurahan Lepo-Lepo.

Dalam peninjauannya, Gubernur menyempatkan diri berinteraksi langsung dengan warga terdampak, mengunjungi lokasi pengungsian, serta memeriksa kondisi dapur umum dan kesiapan logistik yang sudah tersedia. Beliau juga menyatakan keprihatinan mendalam atas musibah ini, menegaskan komitmen pemerintah untuk terus hadir dan bertindak cepat dalam memberikan bantuan serta perlindungan kepada masyarakat.

“Saya menginstruksikan seluruh jajaran terkait untuk bekerja maksimal, cepat, dan terkoordinasi dalam menangani bencana ini. Tidak hanya menyelamatkan warga, tapi juga memastikan kebutuhan dasar mereka terpenuhi,” ujar Gubernur.

Penanganan Terpadu dan Kolaboratif

Penanganan banjir di Kelurahan Lepo-Lepo melibatkan kolaborasi erat antara berbagai instansi, baik di tingkat kota maupun provinsi. Sejumlah personel dan lembaga yang terlibat dalam operasi tanggap darurat ini meliputi: Pemerintah Kota Kendari, BPBD Provinsi Sultra, BPBD Kota Kendari, Dinas Sosial Provinsi Sultra, Dinas Kesehatan Kota Kendari – PSC 119, Puskesmas Lepo-Lepo, TAGANA Kota Kendari, PMI Provinsi Sultra, TNI (Babinsa), BASARNAS, DMC Dompet Dhuafa, Sentra Meohai, Dinas Pekerjaan Umum, dan Pramuka Peduli Kwarda Sultra.

Tim gabungan ini dikerahkan untuk melakukan evakuasi korban, mendirikan tenda pengungsian, mendistribusikan logistik, menyediakan layanan kesehatan, serta memantau keselamatan dan keamanan di area terdampak.

Pemerintah Provinsi Sulawesi Tenggara juga terus berkoordinasi untuk memastikan ketersediaan kebutuhan mendesak bagi para pengungsi, termasuk tambahan tenda, peralatan evakuasi air, pasokan air bersih, layanan medis, serta bantuan logistik permakanan.

BACA JUGA :  Pertumbuhan Ekonomi Triwulan II Sultra Tumbuh Positif Sebesar 4,21 Persen