Prof. Aris Badara: Melanjutkan Warisan Pendidikan dengan Tantangan Baru

oleh -562 Dilihat

Kendari, Berikabar.co — Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Sulawesi Tenggara, Prof. Aris Badara, menyampaikan komitmennya dalam melanjutkan warisan yang telah ditinggalkan oleh pejabat sebelumnya, khususnya dalam bidang infrastruktur pendidikan dan pengembangan karakter.

“Setelah kita diskusi, tentu juga dengan observasi dengan kepala bidang, saya kira kadis lama (Yusmin) sudah meninggalkan sebuah warisan, terutama terkait dengan infrastruktur,” ujar Prof. Aris kepada sejumlah media usai pisah sambut di Aula Kantor Dikbud Sultra, Selasa (27/5/2025).

Ia menekankan bahwa tantangan pengelolaan pendidikan bukan hanya berkutat pada infrastruktur, namun juga berfokus pada pengelolaan sumber daya manusia yang jauh lebih kompleks. “Dinas Pendidikan tidak mengelola saja benda mati tetapi juga mengelola manusia. Tentu ini punya tantangan dan persoalan tersendiri,” tambahnya.

Prof. Aris mengapresiasi keberhasilan pemimpin sebelumnya yang telah mampu memanajemen bidang pendidikan dengan baik. “Saya memberikan apresiasi kepada beliau sudah mampu memanage dengan baik. Oleh sebab itu saya tinggal melanjutkan, tentu juga sebagai manusia ada hal yang kurang. Kami berusaha memperbaiki yang kurang dan tentu meningkatnya yang setelah beliau legasikan kepada saya,” jelasnya.

Salah satu prioritas utama yang akan diteruskan adalah pengembangan Sekolah Rakyat dan Sekolah Unggulan yang telah dirintis sejak periode sebelumnya. Program tersebut juga menjadi perhatian khusus dari Gubernur Sultra.

“Ya itu juga menjadi prioritas. Beliau juga sudah merintis, terutama sekolah. Sekolah unggulan itu juga menjadi prioritas bapak gubernur,” ujar Prof. Aris.

Selain itu, pembangunan karakter di lingkungan pendidikan menjadi fokus utama yang diamanatkan kepadanya. “Beliau memesankan kepada saya tentang bagaimana membangun karakter di lingkungan pendidikan. Itu yang menurut beliau sangat penting sekali, dan itu saya kira menjadi tantangan tersendiri bagi saya.”

BACA JUGA :  BI Sultra Dorong Ekonomi Inklusif Lewat GenBI: Literasi Syariah Kunci Pertumbuhan UMKM Halal dan Wakaf Produktif

Sebagai seorang akademisi, Prof. Aris berkomitmen untuk memaksimalkan kapasitas yang dimilikinya dan tetap membuka ruang diskusi dengan pejabat sebelumnya guna memperkuat program-program yang sudah berjalan. “Beliau sudah punya track record yang panjang di birokrasi ini. Saya yakin beliau siap memberikan advice, siap sharing pengalaman.”

Tahap awal kepemimpinannya akan difokuskan pada konsolidasi internal guna memetakan langkah-langkah ke depan. “Untuk tahap awal tentu kita konsolidasi dulu. Produk awal itu terkait dengan tadi, bagaimana membangun soft skill, beliau juga sudah berikan tadi berapa kisi-kisi, bagaimana cara memetakan ini.”

Ia menegaskan bahwa rencana yang sudah disusun akan tetap dijalankan, meskipun terbuka kemungkinan untuk disesuaikan dengan kebutuhan yang berkembang. “Beliau sudah merencanakan secara baik. Tentu kami tinggal melaksanakan, tapi mungkin juga masih terbuka peluang ada perubahan-perubahan. Nanti kita lihat sesuai dengan kebutuhan.”

Dengan mengedepankan kesinambungan dan evaluasi, Prof. Aris optimis dapat membawa pendidikan Sulawesi Tenggara ke arah yang lebih baik.