Menag Nasaruddin Umar Tiba di Jeddah, Serukan Jemaah Fokus pada Wukuf dan Jaga Kesehatan

oleh -281 Dilihat

Jeddah, Berikabar.co — Amirul Haj Indonesia untuk musim haji 1446 H/2025 M, Menteri Agama Nasaruddin Umar, mendarat di Bandara Internasional King Abdulaziz, Jeddah, pada Kamis malam (29/5/2025). Kedatangannya disambut oleh jajaran petugas haji, termasuk Duta Besar RI untuk Arab Saudi Abdulaziz, Dirjen Penyelenggaraan Haji dan Umrah Hilman Latief, Konjen RI Jeddah Yusron B. Ambary, serta para petugas Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH) Arab Saudi.

Menag didampingi oleh Wakil Menteri Agama Romo Muhammad Syafi’i yang juga menjabat sebagai Naib Amirul Haj. Beberapa anggota Amirul Haj yang turut serta antara lain Muhadjir Effendy, Amirsyah Sanusi Tambunan, Dudung Abdurachman, dan Arifatul Choiri Fauzi.

Sesaat setelah tiba, Menag langsung menyampaikan pesan penting kepada jemaah haji Indonesia agar memfokuskan diri untuk menyambut puncak ibadah haji, yaitu wukuf di Arafah.

“Kita selalu wanti-wanti, seluruh jemaah haji kali ini fokusnya kepada pelaksanaan haji. Jangan sampai kita mengejar sunah tapi gagal mendapatkan yang wajib,” pesan Menag.

Ia menggarisbawahi bahwa keberhasilan dalam menunaikan ibadah haji sangat ditentukan oleh kesiapan dari sisi pengetahuan dan kebugaran fisik. Dalam arahannya, dua poin utama disampaikan kepada jemaah dan petugas:

1. Pahami Syarat dan Rukun Haji dengan Tepat

Menag menegaskan bahwa aspek pembinaan ibadah harus menjadi perhatian utama. Layanan haji tidak cukup hanya dengan menyediakan makanan, transportasi, dan penginapan. Pemahaman akan syarat dan rukun haji menjadi hal yang sangat penting untuk menjamin keabsahan ibadah jemaah.

“Boleh jadi makanan, hotel, dan kendaraan kita siapkan dengan baik. Tapi kalau rukunnya tidak dikerjakan atau syarat hajinya tidak terpenuhi, maka ibadahnya bisa tidak sah. Ini yang harus kita jaga,” tegas Menag.

BACA JUGA :  Warga Desa Lalimbue Jaya Desak PT SKS Penuhi Permintaan Warga

Untuk menjamin hal tersebut, Kementerian Agama telah mengerahkan tim musytasyar dinni (konsultan ibadah), petugas kloter, serta pembimbing dari KBIH. Pendekatan ini bersifat menyeluruh agar tidak ada jemaah yang gagal karena kurangnya pengetahuan.

“Sebelum berangkat, kami sudah lakukan pertemuan internal, briefing kepada anggota Amirulhaj. Kami tegaskan bahwa pelayanan jemaah bukan hanya logistik dan fasilitas, tapi juga pemahaman mendalam tentang rukun dan syarat ibadah,” lanjutnya.

Ia menyebutkan, sebanyak 20 ulama dan pakar keagamaan yang tergabung dalam tim musytasyar dinni telah lebih dahulu tiba di Tanah Suci dan langsung bertugas membimbing jemaah.

“Mustasyar diny ini sudah datang sebelum Amirulhaj tiba, dan kehadiran mereka sangat efektif dalam membimbing ibadah jemaah,” terang Menag Nasaruddin.

2. Prioritaskan Kesehatan, Jangan Memaksakan Diri

Selain pembinaan ibadah, Menag juga menekankan pentingnya menjaga kondisi fisik jemaah, terlebih menjelang wukuf di Arafah. Ia mengimbau agar jemaah tidak memaksakan diri untuk mengejar ibadah sunah jika kondisi fisik tidak mendukung.

“Jangan sampai karena mengejar sunah, jemaah justru kelelahan dan tidak sanggup menjalani wukuf di Arafah. Kita harus utamakan yang wajib,” katanya.

Menag juga meminta seluruh petugas untuk mendampingi dan membimbing jemaah agar membuat prioritas ibadah yang bijak dan menyesuaikan dengan kemampuan masing-masing.

Koordinasi di antara petugas lapangan dan pimpinan kloter terus ditingkatkan. Laporan terkait pelaksanaan di lapangan juga disampaikan secara rutin kepada Presiden Prabowo Subianto, yang menurut Menag, menyampaikan apresiasi tinggi terhadap semua pihak yang terlibat dalam penyelenggaraan haji tahun ini.

“Bapak Presiden memberikan apresiasi kepada kita semua atas kerja sama yang sangat baik, baik dari jajaran Kementerian Agama, BPH, maupun seluruh petugas di lapangan,” ujar Menag.

BACA JUGA :  PT Vale Indonesia Gelar RUPST 2025, Tunjukkan Kinerja Solid dan Komitmen Nasional

Menutup arahannya, Menteri Agama Nasaruddin Umar mengajak seluruh jemaah dan petugas haji untuk mendoakan bangsa Indonesia, serta menjalankan ibadah dan tugas masing-masing dengan penuh amanah.

“Semoga semua jemaah menjadi haji yang makbul dan mabrur. Dan para petugas bisa menjalankan amanah dengan baik,” ujarnya.

“Jangan lupa juga mendoakan bangsa Indonesia. Kita doakan Presiden kita Bapak Prabowo bersama aparat-aparat Indonesia, pelayan masyarakat agar bisa memberikan pelayanan terbaik, mampu menggapai cita-cita luhur yang telah digariskan pendiri bangsa,” pungkasnya.

Sumber: Humas Kemenag RI