Kolaborasi PT Vale dan TNI AL Dorong Industri Hijau Lewat Jetty Strategis di Morowali

oleh -676 Dilihat
default

Morowali, Berikabar.co – Di tengah urgensi global terhadap transisi energi dan krisis iklim, Indonesia memainkan peran strategis sebagai salah satu pemasok nikel terbesar untuk industri kendaraan listrik dunia. Merespons tantangan tersebut, PT Vale Indonesia Tbk (PT Vale) terus mempercepat pembangunan infrastruktur hilirisasi berkelanjutan, salah satunya melalui proyek jetty di kawasan IGP Morowali.

Pada hari ini, proyek tersebut mendapat kunjungan langsung dari jajaran TNI AL Lantamal VI Makassar, dipimpin oleh Brigjen TNI (Mar) Wahyudi bersama Ketua Korcab VI DJA II, Ny. Evi Amalia Wahyudi. Kunjungan ini mencerminkan pentingnya sinergi antara sektor pertahanan dan industri strategis nasional dalam membangun rantai pasok yang aman, efisien, dan ramah lingkungan.

Jetty yang sedang dibangun dirancang untuk menangani hingga 10 juta ton limonite ore dan 5–6 juta ton saprolite ore per tahun. Fasilitas ini akan menjadi simpul penting dalam mendukung kelancaran logistik ke smelter nikel di Sambalagi, memperkuat hilirisasi mineral dalam negeri.

“Kami tidak hanya membangun infrastruktur, kami membangun masa depan Indonesia dalam ekonomi hijau global,” ujar Muhammad Asril, Chief of Project Officer PT Vale. Ia menegaskan bahwa keamanan maritim, efisiensi distribusi, dan keberlanjutan lingkungan adalah prinsip yang dijalankan secara bersamaan.

Sebagai bagian dari Proyek Strategis Nasional (PSN) dan entitas di bawah naungan MIND ID, proyek IGP Morowali menjadi salah satu wujud nyata visi pemerintah dalam membangun industri berbasis ESG (Environment, Social, Governance). Fokusnya adalah menciptakan nilai tambah domestik serta memperkuat posisi Indonesia dalam peta transisi energi global.

Brigjen Wahyudi mengapresiasi kemajuan pembangunan serta penerapan standar keberlanjutan yang dijalankan PT Vale. “Saya melihat komitmen yang kuat, mulai dari kolam sedimentasi, pengelolaan limbah, hingga fasilitas pembibitan. Ini adalah standar keberlanjutan yang layak menjadi model nasional,” ungkapnya.

BACA JUGA :  Telkomsel Kendari Berikan Bantuan Sosial Selama Ramadan melalui Program CSR

Apresiasi juga datang dari perwakilan KUPP Kelas III Bungku, Harjono, yang menyoroti kepatuhan tinggi PT Vale dalam hal perizinan pelabuhan. “PT Vale merupakan salah satu perusahaan yang sangat taat dalam tata kelola perizinan pelabuhan. Kami melihat komitmen kuat PT Vale dalam memastikan operasional yang aman, berkelanjutan, dan sesuai standar kepelabuhanan nasional,” ujarnya.

PT Vale menempatkan keselamatan kerja dan praktik ramah lingkungan sebagai pilar utama proyek ini. Dengan standar internasional yang diterapkan, pembangunan jetty Morowali tidak hanya memperkuat logistik nasional tetapi juga mendukung upaya Net Zero Emissions Indonesia pada 2060. “Indonesia punya semua bahan mentah untuk membangun masa depan rendah karbon. Namun, kita hanya bisa sukses jika membangun ekosistem industri yang aman, inklusif, dan berkelanjutan—dan itu dimulai hari ini, dari Morowali,” tutup Asril.