Jakarta, Berikabar.co – Seri kedua Idemitsu Asia Talent Cup (IATC) 2025 yang digelar di Sirkuit Internasional Losail, Qatar, akhir pekan lalu (12–13 April), menjadi ajang pembuktian ketangguhan para pebalap muda binaan PT Astra Honda Motor (AHM). Meski menghadapi atmosfer sirkuit baru, M. Badly Ayatullah tampil luar biasa dan mampu bersaing sengit dengan jajaran pebalap unggulan Asia.
Dalam debutnya di sirkuit Qatar, Badly menunjukkan konsistensi luar biasa dengan terus menempel ketat di grup terdepan. Pebalap muda asal Indonesia ini bahkan sempat memimpin jalannya balapan dan menjadi salah satu kandidat kuat peraih podium pada race pertama. Keberanian dan ketenangan Badly menjadi modal penting dalam menghadapi persaingan yang sangat ketat.
Sesi kualifikasi pada hari Sabtu (12/4) menempatkan Badly dan rekan setimnya, Davino Chrisandro, pada barisan start ketiga—masing-masing di posisi ke-7 dan ke-9. Catatan waktu terbaik Badly adalah 2:11.656, diraih pada putaran ke-10. Sementara itu, Davino membukukan waktu 2:12.157 pada putaran ke-4. Dua pebalap lainnya, Nelson Cairoli Ardheniansyah dan Alvaro Mahendra, harus memulai balapan dari posisi ke-12 dan ke-17.
Race pertama menjadi ajang eksplorasi penuh daya juang. Sejak lap awal, Badly tampil agresif dan mampu merangsek ke posisi tiga besar. Pada lap ketiga, ia bahkan memimpin balapan, mencatatkan waktu lap tercepat kedua yakni 2:10.100. Namun, persaingan ketat hingga tikungan akhir membuatnya harus puas finis di posisi ke-4. Meski begitu, performanya tetap mendapat banyak apresiasi.
Sementara itu, Davino berhasil menyelesaikan race pertama di posisi ke-10, disusul oleh Alvaro di posisi ke-13. Kecepatan maksimal Davino mencapai 229,7 km/jam, menjadikannya pebalap dengan top speed tertinggi dalam race tersebut. Sayangnya, Nelson gagal menyelesaikan balapan karena kendala teknis yang memaksanya keluar sejak lap pertama.
Balapan kedua yang berlangsung Minggu (13/4) menyajikan pertarungan tak kalah sengit. Badly kembali menunjukkan performa solid, bersaing ketat di antara enam pebalap terdepan yang berebut podium. Meski akhirnya finis di posisi ke-6, daya juang dan konsistensinya patut diacungi jempol sebagai pebalap debutan.
Davino dan Nelson juga menunjukkan peningkatan performa pada race kedua. Keduanya bersaing rapat dalam perebutan poin, dan berhasil mengakhiri balapan masing-masing di posisi ke-11 dan ke-13. Alvaro, meski start dari grid belakang, mampu bertahan hingga garis finis di posisi ke-18.
Usai balapan, Badly mengungkapkan rasa syukurnya atas pencapaian yang telah diraih. “Saya berusaha memberikan hasil terbaik dan terus bertahan di barisan depan. Ini pengalaman berharga dan saya belajar banyak dari para pebalap yang lebih senior. Untuk seri berikutnya, saya akan lebih siap dan lebih kuat,” ucapnya dengan optimis.
Dengan hasil ini, Badly kini menempati posisi ke-7 klasemen sementara dengan 33 poin, sementara Nelson berada di peringkat ke-10 dengan 22 poin. Davino menyusul di posisi ke-14, dan Alvaro berada di posisi ke-21. Perolehan ini menjadi sinyal positif bagi masa depan balap Indonesia di level Asia.
Andy Wijaya, General Manager Marketing Planning & Analysis AHM, menyampaikan rasa bangganya atas perkembangan signifikan para pebalap muda Indonesia. Menurutnya, hasil ini mencerminkan keberhasilan program pembinaan yang dilakukan AHM selama ini. “Ini bukti bahwa anak bangsa bisa bersaing di level internasional. Semoga mereka terus berkembang dan mencapai mimpinya di dunia balap global,” ujarnya.
Putaran ketiga IATC 2025 akan berlangsung di Sirkuit Internasional Sepang, Malaysia, pada bulan Agustus. Para pebalap AHM kini bersiap menghadapi tantangan selanjutnya dengan semangat tinggi dan fokus yang lebih tajam.





