Kendari, Berikabar.co – Pemerintah Provinsi Sulawesi Tenggara melalui Gubernur Andi Sumangerukka tengah berupaya mendirikan sebuah Sekolah Menengah Atas (SMA) Unggulan Garuda sebagai bagian dari program pendidikan unggulan yang digalakkan oleh pemerintah pusat.
Dalam acara peresmian SMA unggulan yang berlangsung di SMAN 1 Kendari, Andi Sumangerukka mengungkapkan bahwa saat ini sudah ada empat SMA unggulan di wilayah Sultra, yaitu SMAN 1 Kendari, SMAN 4 Kendari, serta beberapa sekolah lainnya yang terletak di daerah kepulauan.
“Hari ini kita meresmikan SMA unggulan. Meskipun peresmian ini dilakukan di SMAN 1 Kendari, kedepannya akan ada lebih banyak sekolah unggulan di setiap kabupaten,” kata Gubernur Andi Sumangerukka, Kamis (6/3/2025).
Lebih lanjut, Andi Sumangerukka menegaskan bahwa SMA Unggulan Garuda akan dirancang untuk menampung siswa-siswa dengan potensi kecerdasan luar biasa. Program ini akan memberikan pendidikan gratis berbasis kurikulum nasional dan internasional, dengan pembinaan khusus bagi siswa-siswa berprestasi.
“Selain SMA unggulan yang sudah ada, nanti akan ada setidaknya satu SMA Garuda di setiap daerah. Siswa dengan kemampuan lebih akan dipilih untuk mendapatkan pembinaan intensif. Setelah tamat, mereka akan memiliki kesempatan untuk melanjutkan studi di luar negeri dan diharapkan dapat kembali ke daerah untuk berkontribusi,” tambahnya.
Untuk mewujudkan program tersebut, Gubernur Sultra juga telah memerintahkan Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Sultra, Yusmin, untuk memastikan adanya kuota sekolah unggulan Garuda di Sulawesi Tenggara.
“Jika Pak Yusmin belum mampu mewujudkannya, saya sendiri yang akan turun tangan,” ujarnya tegas.
Andi Sumangerukka juga menambahkan bahwa lulusan SMA Unggulan Garuda akan dipersiapkan untuk kembali ke Sultra setelah menuntaskan studi mereka di luar negeri. Mereka juga berpeluang mengikuti seleksi Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS) sesuai dengan bidang keahlian masing-masing.
SMA Unggulan Garuda adalah bagian dari program yang dikelola oleh Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, Riset, dan Teknologi (Kemendiktisaintek). Pemerintah menargetkan pembangunan 40 SMA unggulan hingga tahun 2029, yang terdiri dari 20 sekolah baru dan 20 sekolah yang statusnya ditingkatkan.





