Kendari, Berikabar.co – Komisi Pemilihan Umum (KPU) Sulawesi Tenggara (Sultra) menggelar Focus Group Discussion (FGD) Penyusunan Laporan Evaluasi Pilkada Tahun 2024 yang melibatkan seluruh KPU dari 17 kabupaten/kota, pemantau pemilu, perwakilan partai politik dan juga melibatkan media. FGD yang berlangsung selama dua hari ini yakni sejak tanggak 25 hingga 26 Februari 2025, diikuti oleh ratusan peserta dari masing-masing perwakilan.
Muhammad Mu’min Fahimuddin, Ketua Divisi Perencanaan, Data dan Informasi KPU Sultra menjelaskan bahwa FGD yang digelar selama dua hari itu penting sebagai bentuk evaluasi agar pelaksanakan pilkada di tahun-tahun berikutnya bisa lebih baik lagi. Dikatakannya pula meskipun tahapan evaluasi pilkada memang kalau merujuk pada PKPU No 2 Tahun 2024 tentang tahapan pelaksanaan evaluasi itu tidak disebutkan.

“Tetapi perintah evaluasi itu tercantum dalam UU Pilkada di pasal 9, pasal 11, Pasal 13 baik Tingkat KPU RI, Provinsi maupun kabupaten/kota untuk melaksanakan evaluasi tahapan pemilihan yang sudah dilaksanakan,” bebernya.
Pelaksanaan evaluasi ini pun dinilai sangat penting bagi seluruh penyelanggara karena akan menjadi rujukan dalam melakukan perbaikan-perbaikan yang dinilai masih kurang.
“Tujuannya adalah baik di setiap tingkatan penyelenggaraan pemilu khususnya kpu penting untuk melihat kembali semua proses tahapan pemilihan yang sudah dilaksanakan. Dimana kurangnya, dimana hal yang harus diperbaiki kemudian apa yang harus dilakukan selanjutnya,” jelasnya.
Lanjutnya, usai evaluasi tersebut dilakukan maka akan dibuat laporan untuk disampaikan pada tingakatan yang lebih atas yakni KPU RI. “Nantinya kami akan membuat pelaporan untuk kemudian kami sampaikan kepada pimpinan di KPU RI untuk menjadi bagian dari masukan apa yang harus dilakukan pada tahapan-tahapan, khususnya pada tahapan pemilihan selanjutnya,” ujarnya.
Pelaksanaan Evaluasi di 17 KPU Kabupaten/Kota di Sultra

Dikatakannya pula bahwa kegiatan serupa yang dilakukan selama dua hari tersebut, sebelumnya juga telah dilakukan pada tingkat KPU kabupaten/kota di 17 kpu yang ada di Sultra.
“Nah perlu juga kami sampaikan proses evaluasi ini sudah juga dilaksanakan di tingkat kabupaten kota kemarin dan sudah selesai. Hasil evaluasi di 17 kabupate/ kota itu dibawa ke provinsi untuk kemudian dicermati kembali,” katanya.
Tidak hanya itu, evaluasi yang dilakukan tersebut juga didampingi langsung oleh tim dari KPU RI. “Kami juga didampingin tim fasilitator atau tim pakar dri KPU RI sudah hadir,” ujarnya.

Dalam pelaksanaan FGD yang digelar selama dua hari itu juga terdapat kuisioner yang akan diisi oleh masing-masingb satker dari KPU.
“Kita ada 18 satker maka ada 18 kuisoner dan saat ini FGD bagian untuk memvalidasi atau mendalami kembali semua isian kuisononer yang sudah disiapkan,” tandasnya.
Sultra Catat Partisipasi Pemilih Tertinggi Hadir di TPS se-Indonesia
Dalam kesempatan tersebut, ia juga mengatakan bahwa partisipasi pemilih yang juga merupakan bagian dari evaluasi tersebut mendapat perhatian. Dimana berdasarkan hasil evaluasi, tingkat partisipasi pemiluh di Sultra tertinggi secara nasional.

“Partisipasi dalam konteks kehadiran pemilih yang hadir di TPS pada tanggal 27 November 2024 lalu yakni sebanyak 81,33 persen kehadiran pemilih. Perlu kami sampaikan pula bahwa berdasarkan hasil rekap di si rekap sistem informasi rekapitulasi seluruh Indonesia tingkat partisipasi kehadiran pemilih pada tanggal 27 November tertinggi di Sultra. Tentu saja kecenderungannya meningkat,” pungkasnya.
Keterlibat Pemantau Pemilih dan Media
Salah seorang tim pemantau yang ikut hadir dalam FGD hari itu memberikan saran agar dalam pelaksanaan pilkada kedepannya, aturan terkait pemberian kepada masyarakat dengan nominal di bawah 100 ribu rupiah seharusnya sudah ditiadakan lagi.

“Kita memang harus memulai, jangan ada pemberian apapun lagi berapa pun nominalnya, saat kampanye atau sosialisasi masyarakat harus bisa hadir karena kesukaan atau keyakinannya kepada calon yang akan dipilih, saya pikir itu jelas,” ujarnya.
Fajrin, salah seorang perwakilan Media di Kota Kendari mengatakan bahwa kegiatan evaluasi yang dilakukan KPU Sultra sangat positif, semua pihak yang terlibat juga diikutsertakan sehingga berbagai saran dan masukan tentu bisa jadi pembejalaran kedepannya.
“Kegiatannya bagus dan pasti sangat bermanfaat karena melalui forum ini berbagai masukan sudah diberikan, baik itu dari pihak penyelenggara dan pemantau sehingga bisa jadi pertimbangan dalam membuat aturan-aturan saat pelaksanaan pilkada nanti,” katanya. Adv










