Rakernas III IDI, Stunting jadi Salah Satu Prioritas

oleh -311 Dilihat

Kendari, Berikabar. co – Pembukaan Rapat Kerja Nasional (Rakernas) III IDI dan Rapat Kerja XVI Ikatan Istri Dokter Indonesia (IIDI) diselenggarakan di salah satu hotel di Kendari, Rabu (22/11/2023). Salah satu yang menjadi prioritas yakni masalah stunting. Hal tersebut dikatakan Ketua Umum PB IDI, dr. Muhammad Adib Khuma.

Menurutnya, penanganan kasus stunting perlu penguatan kolaborasi antar komponen masyarakat. Pasalnya, stunting bukan hanya masalah kesehatan saja, tapi stunting juga dapat berdampak terhadap permasalahan-permasalahan generasi di masa depan.

“Sekarang terdapat beberapa kolaborasi antara pemerintah dan IDI. Yaitu dengan gerakan orang tua asuh dokter dan mendukung upaya pengentasan masalah stunting,” kata dr. Muhammad Adib.

Lanjutnya, stunting bukan hanya makan telur atau susu saja, tapi bagaimana memberikan pendidikan kesehatan pranikah dan bagi anak remaja. “Dan kami IDI siap menjadi patner utama terkait dengan masalah stunting,” tukasnya.

Sementara itu, Kepala BKKBN, Hasto Wardoyo mengatakan banyak organisasi profesi yang tidak fokus pada profesinya. Berbeda dengan IDI yang masih berpegang pada fungsinya sebagai organisasi profesi dokter.

Sehingga, diharapkan IDI bisa menjadi organisasi profesi yang menjadi provider dalam mencegah stunting dengan mengubah mindset masyarakat yang selama ini masih salah.

“Edukasi oleh para provider dalam hal ini profesi dokter sangat dibutuhkan. Pola pikir yang mesti diubah, banyak yang memiliki makanan tetapi stunting, banyak yang memiliki uang tapi stunting, ada juga pendidikan tinggi tapi anaknya stunting karena mindsetnya yang salah,” tutupnya.

BACA JUGA :  PPI Sodohoa Resmi Beroperasi Pasca Rehabilitasi, Gubernur ASR Targetkan Peningkatan Nilai Tambah Perikanan Sultra