Kendari, Berikabar.co – Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Dikbud) Sulawesi Tenggara (Sultra) terus mendorong implementasi kurikulum merdeka di seluruh sekolah di wilayah Sultra. Hal tersebut dilakukan guna meningkatkan mutu pendidikan.
Kepala Dikbud Sultra Yusmin menjelaskan bahwa kurikulum merdeka telah diluncurkan oleh Kemendikbudristek pada Februari 2022 lalu bersamaan dengan Platform Merdeka Mengajar (PMM).
“Kalau mandiri berubah secara keseluruhan sudah menerapkan kurikulum merdeka, dengan menggunakan perangkat ajar yang tersedia,” bebernya usai pembukaan Diklat Implementasi Kurikulum Merdeka SMA di Kota Kendari, Senin (16/10/2023).
Dijelaskannya pula bahwa untuk mandiri berbagi merupakan satuan pendidikan yang telah membagi praktik baik kepada sekolah lainnya. Ketiga opsi tersebut tidak dipaksakan kepada satuan pendidikan, semuanya kembali ke sekolah masing-masing yang disesuaikan dengan kemampuan guru, sarana prasarana, dan lainnya.
“Olehnya itu dalam mewujudkan kurikulum merdeka ini tentu harapannya dapat di implementasikan di seluruh satuan pendidikan,” ungkapnya.
Guna meningkatkan kurikulum merdeka belajar pihaknya juga menyelenggarakan diklat implementasi kurikulum merdeka selama tiga hari yakni sejak 16 hingga 19 Oktober mendatang.
Sementara itu Kapten Belajar.id, Irma Lismayani mengatakan melalui kurikulum merdeka, guru diminta belajar implementasi kurikulum tersebut melalui PMM.
“Sehingga untuk pemanfaatan implementasi tersebut butuh pelatihan dan sosialisasi, bagaimana guru-guru dapat belajar secara mandiri di platform itu,” tandasnya.





