Wakapolda Sultra Serap Aspirasi Warga Lewat Dialog Terbuka, Narkoba hingga Judi Online Jadi Sorotan

oleh -49 Dilihat

Kendari, Berikabar.co – Wakil Kepala Kepolisian Daerah (Wakapolda) Sulawesi Tenggara (Sultra), Brigjen Pol. Budi Hermawan, S.I.K., memperkuat sinergi dengan masyarakat melalui dialog terbuka untuk menyerap aspirasi dan membahas persoalan keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas). Pertemuan yang berlangsung di salah satu warung kopi di Kendari, Rabu (21/10/2026), itu turut menyoroti peredaran narkoba, minuman keras, hingga judi online.

Kegiatan bertajuk Kumpul Bersama Masyarakat tersebut merupakan bagian dari implementasi Asta Cita Presiden melalui program Quick Wins Kapolri, khususnya semangat “Polisi Bersama Masyarakat”.

Pertemuan itu dihadiri sejumlah pejabat utama Polda Sultra, pengurus Kelompok Sadar Kamtibmas (Pokdarkamtibmas) Bhayangkara Sultra, unsur pemerintah setempat, tokoh masyarakat, serta perwakilan nelayan. Forum tersebut menjadi ruang komunikasi bagi kepolisian dan masyarakat untuk menyampaikan keluhan, bertukar informasi, serta membahas kendala yang dihadapi warga terkait situasi keamanan di lingkungan mereka.

“Kita bisa berkumpul di tempat ini dalam rangka mewujudkan program Bapak Kapolri yakni Polisi Bersama Masyarakat, dan hampir semua elemen ada,” kata Brigjen Pol Budi Hermawan.

Ia menjelaskan, setiap persoalan dan masukan yang disampaikan masyarakat akan dicatat serta ditelaah untuk menentukan langkah penanganan yang tepat. Tindak lanjutnya dapat dilakukan melalui kegiatan kepolisian yang bersifat preemtif, preventif, maupun penegakan hukum sesuai dengan kebutuhan dan ketentuan yang berlaku.

Sementara itu, persoalan yang berada di luar kewenangan kepolisian akan dikoordinasikan dengan instansi pemerintah maupun pemangku kepentingan terkait. Langkah tersebut dilakukan agar berbagai persoalan yang disampaikan masyarakat dapat ditangani sesuai kewenangan masing-masing pihak.

Wakapolda juga mendorong partisipasi masyarakat dalam mengawasi kualitas pelayanan dan perilaku anggota Polri. Warga dapat menyampaikan informasi maupun pengaduan melalui layanan kepolisian 110, Aplikasi Yanduan dengan QR Code Gajah Mada Propam, serta Dumas Itwasda Polda Sultra.

BACA JUGA :  Bendera PPP Berkibar di Laut Konkep

“Informasi dan masukan dari masyarakat tidak hanya dihimpun melalui tempat pertemuan, tetapi juga dapat melalui kanal layanan 110,” jelas Wakapolda.

Dalam dialog tersebut, Brigjen Pol Budi turut menyoroti peredaran narkoba, minuman keras (miras), dan judi online yang dinilai menjadi persoalan penting dalam menjaga kamtibmas di Sulawesi Tenggara.

Terkait narkoba, ia menyampaikan bahwa Polda Sultra bersama jajaran polres hingga polsek terus melaksanakan operasi pemberantasan peredaran gelap narkotika. Salah satu upaya yang disoroti ialah penanganan peredaran narkoba di kawasan Kampung Salo.

Menurutnya, pemberantasan narkoba membutuhkan upaya berkelanjutan agar penanganannya tidak berhenti pada pelaksanaan operasi. Sinergi antara kepolisian dan masyarakat juga diperlukan untuk mendorong terciptanya lingkungan yang aman dan bebas dari penyalahgunaan serta peredaran narkoba.

Selain narkoba, peredaran minuman keras turut menjadi perhatian karena berpotensi berkaitan dengan berbagai tindak pidana, termasuk penganiayaan dan kekerasan dalam rumah tangga (KDRT). Sementara itu, judi online menjadi tantangan tersendiri seiring berkembangnya kejahatan di ruang digital yang dapat menimbulkan dampak sosial dan ekonomi bagi masyarakat.

Wakapolda menekankan bahwa penanganan berbagai persoalan tersebut membutuhkan keterlibatan aktif masyarakat, antara lain melalui edukasi, peningkatan kesadaran, serta penyampaian informasi kepada kepolisian mengenai potensi gangguan keamanan di lingkungan masing-masing.

“Harkamtibmas merupakan tanggung jawab bersama, sehingga dalam mewujudkan dan menjaganya diperlukan partisipasi aktif masyarakat serta bersinergi dengan stakeholder dan komponen masyarakat lainnya,” kata Brigjen Pol Budi.

Sementara itu, Ketua Umum Pokdarkamtibmas Bhayangkara Sultra, Rusmin A. Gani, S.E., menyambut baik pertemuan tersebut. Menurutnya, dialog terbuka menjadi sarana untuk mempererat silaturahmi sekaligus meningkatkan kerja sama antara kepolisian dan masyarakat dalam menjaga keamanan dan ketertiban.

“Pokdarkamtibmas Bhayangkara merupakan organisasi yang bermitra dengan kepolisian dan memiliki struktur hingga tingkat polres,” jelas Rusmin.

BACA JUGA :  Gubernur Sultra di Festival Pulau Wawonii: Warisan Budaya Adalah Fondasi Pembangunan Berkelanjutan

Ia berharap keberadaan Pokdarkamtibmas Bhayangkara dapat semakin optimal sebagai jembatan komunikasi antara masyarakat dan kepolisian. Melalui organisasi tersebut, warga diharapkan lebih mudah menyampaikan informasi, aspirasi, maupun persoalan kamtibmas yang membutuhkan perhatian dan penanganan bersama.

Pertemuan Kumpul Bersama Masyarakat ini menjadi bagian dari upaya memperkuat komunikasi dua arah antara Polda Sultra dan berbagai elemen masyarakat. Melalui dialog terbuka, kepolisian berharap dapat memahami persoalan yang berkembang di lapangan sekaligus mendorong keterlibatan masyarakat dalam menjaga keamanan, ketertiban, dan kenyamanan di Sulawesi Tenggara.