Vale Indonesia Tekankan Kepemimpinan Inklusif dan Berkelanjutan di Makassar Leadership Summit 2026

oleh -64 Dilihat

Makassar, Berikabar.co  – PT Vale Indonesia Tbk menekankan pentingnya kepemimpinan yang inklusif dan berkelanjutan untuk mendorong pertumbuhan bisnis sekaligus memberikan dampak positif bagi masyarakat dan lingkungan. Pesan tersebut disampaikan dalam Makassar Leadership Summit 2026 yang digelar di Makassar, Kamis (8/10/2026).

Dalam kegiatan yang diselenggarakan Perkumpulan Manajemen Sumberdaya Manusia (PMSM) Indonesia, APINDO Sulsel, dan GNIK tersebut, Chief Human Capital Vale Indonesia, Heriyanto Agung Putra, hadir sebagai salah satu narasumber dalam panel diskusi bertajuk Inclusive & Sustainable Leadership: People, Planet and Long-Term Values.

Heriyanto menilai, pemimpin saat ini menghadapi tantangan dalam mengelola keberagaman di tengah perubahan yang cepat dan ketidakpastian. Karena itu, organisasi perlu membangun sumber daya manusia yang tangguh sekaligus adaptif agar mampu menghadapi dinamika lingkungan bisnis.

“Pemimpin saat ini menghadapi berbagai tantangan dalam mengelola keberagaman di tengah perubahan yang cepat dan ketidakpastian. Organisasi harus mampu membangun sumber daya manusia yang tangguh sekaligus memiliki ‘agility’ atau kemampuan beradaptasi. Siapa pun bisa maju, sepanjang dia punya keinginan, energi, dan ‘passion’ untuk bisa mencapai itu.”

Menurut Heriyanto, kepemimpinan inklusif harus mampu memberikan kesempatan yang setara bagi setiap individu, terlepas dari latar belakang dan kondisi masing-masing. Prinsip tersebut juga diterapkan melalui nilai-nilai utama perusahaan, yakni CARES yang mencakup Compassion, Accountability, Resilience, Excellence, dan Sustainability.

“Keberagaman, kesetaraan, dan inklusivitas menjadi sangat penting untuk dipertimbangkan bagi seorang pemimpin karena setiap orang memiliki latar belakang serta kondisi yang berbeda. Karena itu, kepemimpinan masa kini harus mampu menciptakan ruang yang memberikan kesempatan kepada semua orang untuk maju. Di Vale Indonesia, kami memiliki nilai utama CARES; Compassion, Accountability, Resilience, Excellence, Sustainability. CARES menjadi landasan dalam menjalankan operasi bisnis secara bertanggung jawab, berkelanjutan, inklusif, serta merupakan landasan budaya kerja yang peduli kepada masyarakat sekitar,” jelas Heriyanto.

BACA JUGA :  Moeldoko Apresiasi Pengelolaan Pertambangan PT Vale

Ia menambahkan, nilai CARES juga menjadi pedoman bagi para pemimpin Vale Indonesia dalam memastikan pertumbuhan bisnis berjalan seiring dengan tanggung jawab terhadap aspek lingkungan, ekonomi, dan sosial. Salah satu perhatian perusahaan adalah upaya meminimalkan penggunaan karbon dan bahan bakar berbasis batu bara dalam proses produksi.

“Sebagai nilai-nilai utama, CARES juga menjadi landasan kepemimpinan di Vale Indonesia, sehingga setiap pemimpin dapat memastikan bagaimana pertumbuhan bisnis sejalan dengan memperhatikan dampak terhadap keberlanjutan, utamanya lingkungan, ekonomi, dan sosial, antara lain adalah upaya meminimalkan penggunaan karbon dan bahan bakar berbasis batu bara dalam proses produksi.”

Dalam paparannya, Heriyanto turut menyoroti prinsip People, Planet and Profit yang menjadi pendekatan Vale Indonesia dalam menjaga keseimbangan antara pengelolaan sumber daya manusia, tanggung jawab terhadap lingkungan, serta pertumbuhan ekonomi dan sosial yang berkelanjutan.

Pesan tersebut sejalan dengan pandangan Wakil Presiden RI ke-10 dan ke-12, HM Jusuf Kalla, yang menyampaikan keynote speech melalui video rekaman dari Amerika Serikat. Dalam kesempatan itu, Jusuf Kalla mengingatkan pentingnya nilai-nilai kepemimpinan dalam budaya Bugis-Makassar, yakni macca atau kecerdasan, warani atau keberanian mengambil keputusan, getteng atau ketegasan, serta malempu atau kejujuran.

Jusuf Kalla juga menegaskan bahwa kepemimpinan tidak cukup hanya berorientasi pada pencapaian keuntungan, tetapi perlu menghadirkan manfaat yang lebih luas bagi masyarakat dan lingkungan.

“Kepemimpinan itu perlu memberi manfaat lebih luas, tidak hanya profit, tetapi juga memberi manfaat bagi lingkungan, tumbuh bersama masyarakat, memenuhi prinsip Environment, Social, Governance- ESG,” ungkapnya.

Kesetaraan dan Relasi Antar-generasi di Tempat Kerja

Selain membahas keberlanjutan, diskusi tersebut juga menyoroti tantangan dalam mewujudkan kesetaraan, keberagaman, serta hubungan antargenerasi di lingkungan kerja. Heriyanto menjelaskan, keterwakilan perempuan dan generasi muda menjadi salah satu indikator yang dapat diperhatikan dalam membangun lingkungan kerja yang inklusif.

BACA JUGA :  Dirlantas Polda Sultra Tekankan Pelayanan Prima dan Profesionalisme dalam Upacara Kenaikan Pangkat

“Untuk bisa mewujudkan kesetaraan, terdapat beberapa indikator, seperti penambahan persentase karyawan perempuan yang mengisi lingkungan kerja dan persentase anak muda atau Generasi Z yang mulai mengisi peran di perusahaan. Jika jumlahnya terpenuhi sesuai indikator yang sudah ditetapkan, maka perusahan diharapkan bisa terus tumbuh di tengah dinamika lingkungan bisnis yang terjadi dengan didukung keberagaman dan inklusivitas, sekaligus menjaga kekuatan dari dalam,” jelas Heriyanto.

Melalui partisipasi dalam Makassar Leadership Summit 2026, Vale Indonesia menegaskan pentingnya membangun kepemimpinan yang tidak hanya mendorong pencapaian bisnis, tetapi juga memperhatikan pengembangan manusia, keberlanjutan lingkungan, dan manfaat sosial. Pendekatan tersebut diharapkan dapat memperkuat budaya kerja inklusif sekaligus mendukung penciptaan nilai jangka panjang bagi masyarakat dan perusahaan.