Kolaka, Berikabar.co – PT Vale Indonesia Tbk terus memperkuat tata kelola ketenagakerjaan di lingkungan proyek Indonesia Growth Project (IGP) Pomalaa, Kabupaten Kolaka, Sulawesi Tenggara. Salah satu upaya yang dilakukan yakni mendorong kedisiplinan perusahaan mitra dan kontraktor dalam memenuhi kewajiban pelaporan ketenagakerjaan serta menerapkan standar Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3).
Komitmen tersebut diwujudkan melalui Sosialisasi Pelaporan Ketenagakerjaan bagi perusahaan mitra dan kontraktor yang digelar di Hotel Sutan Raja, Kolaka, Kamis (8/10/2026). Kegiatan ini menjadi bagian dari upaya memperkuat kepatuhan terhadap regulasi sekaligus memastikan tata kelola operasional proyek berjalan aman, produktif, dan berkelanjutan.
Kegiatan yang diinisiasi Vale Indonesia, bagian dari Mining Industry Indonesia (MIND ID), tersebut diikuti jajaran Human Resources Department (HRD) dan Penanggung Jawab Operasional (PJO) dari sekitar 44 perusahaan mitra kerja yang beroperasi di wilayah proyek Vale Indonesia Blok Pomalaa.
Head of Pomalaa Project Vale Indonesia, Mohammad Rifai, menegaskan bahwa keberhasilan proyek industri tidak hanya diukur dari pencapaian operasional, tetapi juga dari kualitas tata kelola dan perlindungan tenaga kerja di seluruh rantai operasional.
“Keberhasilan proyek tidak hanya ditentukan oleh capaian operasional, tetapi juga oleh kualitas penerapan tata kelola dan perlindungan tenaga kerja di seluruh rantai operasional. Keberhasilan proyek juga ditentukan oleh kepatuhan terhadap regulasi dan perlindungan tenaga kerja. Melalui kegiatan ini, kami ingin memastikan seluruh mitra kerja memiliki pemahaman yang sama terkait kewajiban ketenagakerjaan dan menjalankannya secara konsisten.”
Menurut Rifai, kepatuhan terhadap ketentuan ketenagakerjaan dan penerapan standar keselamatan kerja membutuhkan keterlibatan seluruh pihak, mulai dari perusahaan, mitra kerja, hingga regulator. Karena itu, penyamaan pemahaman mengenai kewajiban pelaporan dan penerapan K3 menjadi penting untuk memastikan standar tersebut dijalankan secara konsisten di lapangan.
“Kolaborasi antara perusahaan, mitra kerja, dan regulator menjadi kunci dalam menjaga standar ketenagakerjaan dan keselamatan kerja di kawasan proyek. Kepatuhan pelaporan ketenagakerjaan dan penerapan K3 merupakan tanggung jawab bersama. Kami berharap seluruh mitra kerja terus meningkatkan kedisiplinan dan memastikan implementasinya berjalan baik di lapangan.”
Disnakertrans Kolaka Apresiasi Inisiatif Vale Indonesia
Dalam kegiatan tersebut, Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Disnakertrans) Kabupaten Kolaka hadir sebagai narasumber utama untuk memberikan pemaparan mengenai kewajiban pelaporan ketenagakerjaan secara berkala, termasuk Wajib Lapor Ketenagakerjaan di Perusahaan (WLKP).
Kepala Disnakertrans Kabupaten Kolaka, Ilham S. STP., M.Si, mengapresiasi langkah Vale Indonesia yang melibatkan perusahaan mitra dalam meningkatkan pemahaman terhadap ketentuan ketenagakerjaan. Menurutnya, inisiatif tersebut penting untuk memperkuat kepastian hukum dan menciptakan iklim usaha yang sehat, sekaligus memastikan standar kepatuhan diterapkan di seluruh rantai kerja.
“Kami mengapresiasi inisiatif Vale Indonesia yang secara aktif melibatkan perusahaan mitra dalam memahami kewajiban ketenagakerjaan. Langkah seperti ini penting untuk memperkuat kepastian hukum sekaligus menciptakan iklim usaha yang sehat dan kondusif. Penerapan standar yang sama di seluruh rantai kerja perusahaan, termasuk kontraktor dan subkontraktor juga menjadi sangat penting,” kata Ilham.
Ia menegaskan, kepatuhan terhadap regulasi tidak cukup hanya diterapkan oleh perusahaan utama, tetapi juga harus dijalankan oleh seluruh kontraktor dan subkontraktor yang terlibat dalam operasional proyek.
“Standar kepatuhan harus diterapkan secara konsisten di seluruh rantai kerja, termasuk oleh kontraktor dan subkontraktor. Karena itu, kegiatan ini menjadi sarana penting untuk menyamakan pemahaman dan memastikan implementasi regulasi berjalan dengan baik,” jelasnya.
Selain menyoroti administrasi ketenagakerjaan, Ilham menilai Vale Indonesia juga telah menerapkan standar K3 secara baik dan komprehensif dalam operasional proyek. Hal itu, menurutnya, terlihat dari penerapan standar mitigasi risiko yang kuat dan konsisten.
Perkuat Kompetensi Tenaga Kerja Lokal
Dalam kesempatan yang sama, Disnakertrans Kolaka turut menekankan pentingnya peningkatan kapasitas tenaga kerja lokal untuk memenuhi kebutuhan industri yang terus berkembang.
Pemerintah Kabupaten Kolaka melalui UPTD Balai Latihan Kerja (BLK) terus mendorong kolaborasi dengan dunia usaha guna menghasilkan tenaga kerja yang memiliki kompetensi dan keterampilan sesuai kebutuhan industri.
“Kami mendukung investasi yang memberikan nilai tambah bagi daerah. Ke depan, kami berharap kolaborasi dengan dunia usaha terus diperkuat untuk meningkatkan kompetensi tenaga kerja lokal dan membuka lebih banyak peluang kerja bagi masyarakat,” tutup Ilham.
Melalui kolaborasi dengan perusahaan mitra dan pemerintah daerah, Vale Indonesia mendorong penguatan hubungan industrial yang harmonis, peningkatan standar keselamatan kerja, serta pengembangan tenaga kerja lokal yang kompeten. Upaya tersebut diharapkan dapat mendukung keberlanjutan operasional IGP Pomalaa sekaligus memberikan nilai tambah bagi perekonomian Kabupaten Kolaka.





