Kendari, Berikabar.co – Kepolisian Daerah Sulawesi Tenggara (Polda Sultra) menanam 150 batang pohon mangrove di Kecamatan Kendari Barat, Kota Kendari, Jumat (16/10/2026), sebagai upaya menjaga kelestarian lingkungan pesisir dan mencegah abrasi pantai. Kegiatan yang dipimpin langsung Kapolda Sultra Irjen Pol Himawan Bayu Aji itu merupakan bagian dari implementasi program Jaga Bumi Anoa.
Penanaman mangrove tersebut melibatkan Wakapolda Sultra Brigjen Pol Budi Hermawan, pejabat utama Polda Sultra, perwakilan Dinas Kehutanan, Dinas Kelautan dan Lingkungan Hidup, jajaran pemerintah setempat, serta masyarakat dan anak-anak di sekitar lokasi.
Kapolda Sultra mengatakan, kondisi geografis Sulawesi Tenggara yang didominasi wilayah perairan membuat perlindungan kawasan pesisir menjadi salah satu perhatian penting. Penanaman mangrove dinilai sebagai langkah preventif untuk membantu mengurangi risiko abrasi sekaligus menjaga kelestarian ekosistem pesisir.
“Karakteristik wilayah Sulawesi Tenggara ini dominan perairan dengan potensi kerawanan abrasi. Hari ini, sebagai tahap pertama, kita menanam 150 batang pohon mangrove bersama masyarakat. Ini linier dengan program internal kami di Polda Sultra, yaitu ‘Jaga Bumi Anoa’, khususnya pada pilar Jaga Lingkungannya,” ujar Irjen Pol Himawan.
Menurut Himawan, kegiatan tersebut juga menjadi bagian dari tindak lanjut program Quick Wins Presisi Kapolri yang memuat berbagai kegiatan dan rencana aksi dalam mendukung pelaksanaan tugas kepolisian. Salah satu aspek yang menjadi perhatian adalah penciptaan ruang publik yang aman, nyaman, dan berkelanjutan, termasuk melalui kepedulian terhadap lingkungan hidup.
Ia menegaskan, penanaman mangrove tidak boleh berhenti sebagai kegiatan seremonial. Pemeliharaan tanaman dan keberlanjutan program menjadi hal penting agar manfaat ekologisnya dapat dirasakan dalam jangka panjang, termasuk oleh generasi mendatang.
“Kami ingin program ini berdampak panjang. Tadi kita libatkan anak-anak agar mereka teredukasi untuk peduli lingkungan sejak kecil. Jika lingkungannya terjaga, maka kehidupan sosial dan ekonomi masyarakat setempat juga dapat berjalan dengan baik dan harmonis,” pungkas Kapolda.
Pelibatan anak-anak dalam kegiatan tersebut sekaligus menjadi sarana edukasi untuk menumbuhkan kepedulian terhadap lingkungan sejak dini. Melalui keterlibatan langsung dalam penanaman mangrove, generasi muda diharapkan memahami pentingnya menjaga kawasan pesisir dan ekosistem yang menopang kehidupan masyarakat.
Polda Sultra berharap kolaborasi antara kepolisian, pemerintah daerah, dan masyarakat dapat terus diperkuat untuk menjaga kelestarian lingkungan di Sulawesi Tenggara. Selain membantu melindungi kawasan pesisir, upaya tersebut diharapkan mendukung terciptanya ruang publik yang aman dan lingkungan yang berkelanjutan di Bumi Anoa.





