Pertamina Konservasi Nuri Talaud di Bitung, Perkuat Edukasi dan Program Breeding

oleh -76 Dilihat

Bitung, Berikabar.co – PT Pertamina Patra Niaga Regional Sulawesi memperkuat upaya pelestarian burung Sampiri atau Nuri Talaud (Eos histrio talautensis), satwa endemik yang menjadi bagian dari kekayaan keanekaragaman hayati Sulawesi Utara. Upaya konservasi melalui Integrated Terminal (IT) Bitung ini dilakukan lewat edukasi lingkungan dan program pengembangbiakan atau breeding.

Dua pendekatan tersebut dijalankan melalui program Storylab for Sampiri dan penguatan konservasi melalui breeding. Keduanya diharapkan dapat meningkatkan kepedulian masyarakat terhadap keberadaan satwa endemik sekaligus mendukung keberlanjutan habitat alaminya.

Melalui Storylab for Sampiri, Pertamina menghadirkan edukasi berbasis cerita untuk mengenalkan burung Sampiri kepada masyarakat, khususnya generasi muda. Pendekatan ini diharapkan membuat informasi mengenai konservasi lebih mudah dipahami sekaligus menumbuhkan kepedulian terhadap pelestarian satwa sejak dini.

Selain edukasi, program breeding menjadi salah satu upaya untuk mendukung keberlangsungan populasi burung Sampiri. Pelaksanaannya membutuhkan dukungan berbagai pihak, mulai dari masyarakat, komunitas pemerhati lingkungan hingga pemangku kepentingan terkait.

Area Manager Communication, Relations & CSR Pertamina Patra Niaga Regional Sulawesi, Lilik Hardiyanto, mengatakan pelestarian keanekaragaman hayati membutuhkan keterlibatan bersama agar memberikan dampak berkelanjutan.

“Melalui program konservasi Sampiri ini, kami ingin mendorong semakin banyak masyarakat untuk mengenal dan peduli terhadap satwa endemik yang menjadi kekayaan alam Sulawesi Utara. Edukasi melalui Storylab for Sampiri dan penguatan upaya konservasi melalui program breeding merupakan langkah yang saling melengkapi. Kami berharap inisiatif ini dapat menumbuhkan kepedulian masyarakat sekaligus mendukung kelestarian burung Sampiri untuk generasi mendatang,” ujar Lilik.

Menurut Lilik, program tanggung jawab sosial dan lingkungan perusahaan diharapkan memberikan manfaat lebih luas bagi masyarakat dan lingkungan di sekitar wilayah operasional. Karena itu, kolaborasi dengan komunitas lokal dan pihak-pihak yang memiliki kepedulian terhadap konservasi menjadi bagian penting untuk menjaga keberlanjutan program.

BACA JUGA :  Pemprov Sultra Sesalkan Sikap Nur Alam yang Tak Hadiri Mediasi Polemik Yayasan Unsultra

Pelestarian burung Sampiri juga memiliki nilai ekologis karena satwa ini berperan dalam menjaga keseimbangan ekosistem, termasuk membantu penyebaran biji melalui aktivitas makannya. Dengan demikian, perlindungan terhadap burung Sampiri perlu disertai upaya menjaga habitat serta meningkatkan pemahaman masyarakat tentang pentingnya keanekaragaman hayati.

Program konservasi yang dijalankan Pertamina Patra Niaga Regional Sulawesi melalui IT Bitung turut mendukung Tujuan Pembangunan Berkelanjutan atau Sustainable Development Goals (SDGs). Kontribusi tersebut mencakup SDG 15 tentang Ekosistem Daratan melalui perlindungan satwa dan keanekaragaman hayati, SDG 4 tentang Pendidikan Berkualitas melalui edukasi lingkungan, serta SDG 17 tentang Kemitraan untuk Mencapai Tujuan melalui kolaborasi perusahaan, komunitas, dan pemangku kepentingan.

Pertamina Patra Niaga Regional Sulawesi menyatakan akan terus mendorong program tanggung jawab sosial dan lingkungan yang memberikan manfaat bagi masyarakat sekaligus mendukung pelestarian alam. Melalui konservasi Sampiri, perusahaan berharap upaya menjaga kekayaan hayati lokal dapat berkembang menjadi gerakan bersama yang berkelanjutan.