Jelang Operasi Patuh Anoa 2026, Dirlantas Polda Sultra Tekankan Penindakan Humanis

oleh -64 Dilihat

Kendari, Berikabar.co  – Direktorat Lalu Lintas (Ditlantas) Polda Sulawesi Tenggara (Sultra) memperkuat kesiapan personel menjelang pelaksanaan Operasi Patuh Anoa 2026. Direktur Lalu Lintas Polda Sultra, Kombes Pol. Dr. Argowiyono, S.H., S.I.K., M.Si., menegaskan bahwa penegakan hukum di jalan raya harus berjalan seiring dengan pendekatan humanis dan pelayanan yang berpihak kepada masyarakat.

Penegasan tersebut disampaikan Argowiyono saat memimpin Apel Fungsi di Kantor Patroli Jalan Raya (PJR) Ditlantas Polda Sultra, Rabu (21/10/2026), sekitar pukul 06.00 WITA. Kegiatan itu diikuti Wakil Direktur Lalu Lintas Polda Sultra AKBP Arif Irawan, S.H., S.I.K., M.H., para pejabat utama, perwira, bintara, aparatur sipil negara (ASN), serta pegawai harian lepas (PHL) di lingkungan Ditlantas Polda Sultra.

Dalam arahannya, Argowiyono menekankan bahwa Operasi Patuh Anoa 2026 tidak boleh hanya berorientasi pada penindakan pelanggaran maupun pengamanan kendaraan. Lebih dari itu, operasi tersebut harus menjadi sarana membangun kesadaran masyarakat untuk tertib berlalu lintas, menekan angka kecelakaan, serta mewujudkan keamanan, keselamatan, ketertiban, dan kelancaran lalu lintas (kamseltibcarlantas).

“Laksanakan tugas dengan tegas namun tetap santun dan humanis, Ingat, kita tidak sedang berhadapan dengan musuh, tetapi dengan masyarakat yang butuh bimbingan. Jadikan operasi ini sebagai sarana membangun kedekatan, bukan menjauhkan diri dari masyarakat ,” ujar Dirlantas dalam arahannya .

Ia juga mengingatkan seluruh personel untuk menjadikan program prioritas Kapolri Jenderal Polisi Dr. (H.C.) Suyudi Ario Seto, S.I.K., S.H., M.Si., yakni “Polisi Bersama Masyarakat”, sebagai pedoman dalam menjalankan tugas. Semangat tersebut diwujudkan melalui prinsip hadir, berbuat, dan bermanfaat bagi masyarakat.

Salah satu perhatian dalam apel fungsi tersebut adalah evaluasi pelaksanaan pengaturan lalu lintas pagi atau gatur pagi. Personel diminta memahami karakteristik lokasi penugasan, mengidentifikasi potensi kerawanan, serta menentukan langkah yang tepat agar kehadiran polisi benar-benar membantu kelancaran arus lalu lintas dan meningkatkan keselamatan pengguna jalan.

BACA JUGA :  OJK Sultra Gelar Edukasi Keuangan Syariah untuk Penyuluh Agama di Kendari

Argowiyono juga mengingatkan pentingnya penggunaan perlengkapan pendukung, seperti peluit dan rompi saat bertugas mengatur lalu lintas, serta senter untuk penugasan malam hari. Personel diminta tidak mengabaikan pelanggaran yang terlihat secara langsung, termasuk pengendara yang tidak menggunakan helm, dengan tetap mengedepankan pendekatan humanis dan penindakan sesuai ketentuan.

Untuk memperkuat disiplin dan kesiapan personel, pelaksanaan gatur pagi tetap dijadwalkan dan dipimpin pejabat utama. Apel pagi dimulai pukul 05.45 WITA, sedangkan pada pukul 06.00 WITA seluruh personel diharapkan sudah menempati titik penugasan masing-masing, termasuk di sekolah-sekolah yang melaksanakan kegiatan POLIDIK.

Selain pengaturan lalu lintas, jajaran Ditlantas Polda Sultra diminta terus memantau situasi keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas). Pemantauan dilakukan secara proporsional untuk mengantisipasi potensi kegiatan masyarakat sekaligus memastikan aktivitas tersebut tidak mengganggu ketertiban dan keselamatan pengguna jalan.

Operasi Patuh Anoa 2026 dijadwalkan mulai Senin (26/10/2026) dan berlangsung selama 14 hari hingga 8 November 2026. Dalam pelaksanaannya, terdapat 10 prioritas pelanggaran yang menjadi sasaran penindakan.

“Terdapat 10 prioritas pelanggaran yang menjadi perhatian, yakni penggunaan telepon seluler saat berkendara, pengendara di bawah umur, berboncengan lebih dari satu orang, tidak menggunakan sabuk keselamatan atau helm berstandar SNI, berkendara di bawah pengaruh alkohol, melawan arus, melebihi batas kecepatan, balap liar, penggunaan knalpot yang tidak sesuai spesifikasi teknis, serta penggunaan tanda nomor kendaraan bermotor (TNKB) yang tidak sesuai ketentuan”, terang Kombes Pol. Argowiyono.

Dalam kesempatan tersebut, Argowiyono turut meminta seluruh jajaran mendukung program Quick Wins Kapolri, khususnya Ruang Publik Aman dan Bersih ke Dalam. Dukungan itu diwujudkan melalui pengaturan lalu lintas, pelayanan surat izin mengemudi (SIM), serta penegakan hukum yang profesional, transparan, tidak mempersulit masyarakat, dan bebas dari penyimpangan.

Ia juga menekankan pentingnya menindaklanjuti keluhan masyarakat yang disampaikan melalui kegiatan Jumat Keliling dan Subuh Keliling. Setiap masukan harus menjadi bahan evaluasi dan ditindaklanjuti melalui langkah konkret, termasuk penanganan aktivitas pemuda pada malam hingga dini hari yang disertai penggunaan knalpot tidak sesuai ketentuan serta pengaturan arus lalu lintas di sekitar SMA Negeri 2 Kendari pada pagi hari.

BACA JUGA :  Polda Sultra, Polresta Kendari dan DLHK Gotong Royong Bersihkan Bekas Aksi Unjuk Rasa Mahasiswa

Menurut Argowiyono, kualitas pelayanan kepolisian harus diukur dari manfaat nyata yang dirasakan masyarakat. Hal itu mencakup rasa aman, kemudahan menyampaikan laporan, kecepatan pertolongan, kepastian hukum, perlindungan terhadap korban, hingga kesediaan institusi melakukan koreksi terhadap penyimpangan.

Di sisi internal, ia mengingatkan seluruh personel untuk mematuhi ketentuan penggunaan pakaian dinas sesuai jadwal, menjaga kerapian dan kelengkapan atribut, serta meningkatkan kedisiplinan sebagai bagian dari upaya menjaga citra institusi Polri.

Para perwira juga diminta meningkatkan pengawasan dan kepedulian terhadap kondisi anggota, baik dalam pelaksanaan tugas maupun kehidupan pribadi. Pimpinan diharapkan membangun komunikasi terbuka, memahami persoalan yang dihadapi anggota, serta mendorong pemanfaatan konseling atau pendampingan apabila diperlukan untuk menjaga kondisi psikologis, pengendalian diri, dan profesionalisme personel.

Menutup arahannya, Argowiyono menegaskan bahwa semangat “Polisi Bersama Masyarakat” harus diwujudkan melalui tindakan nyata. Sejalan dengan tagline Kapolda Sultra, “Jaga Bumi Anoa”, seluruh personel Ditlantas Polda Sultra diharapkan terus hadir menjaga masyarakat, wilayah, lingkungan, persatuan, serta kepercayaan publik terhadap Polri.

“Kehadiran kita di jalan raya harus dirasakan bukan sebagai ancaman, tetapi sebagai perlindungan dan pelayanan. Mari kita buktikan bahwa Polisi memang hadir, peduli, dan bermanfaat bagi masyarakat,” tutup Ditlantas Kombes Pol. Argowiyono (hy/af/man).

Melalui persiapan tersebut, Ditlantas Polda Sultra menegaskan komitmennya meningkatkan disiplin, profesionalisme, dan kualitas pelayanan dalam pelaksanaan Operasi Patuh Anoa 2026. Operasi yang digelar serentak di wilayah hukum Polda Sultra ini diharapkan tidak hanya menekan pelanggaran dan kecelakaan lalu lintas, tetapi juga memperkuat hubungan antara Polri dan masyarakat.